nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran UMKM di 18 K/L Dikonsolidasikan di Kementerian Koperasi

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 10:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 12 320 2128714 anggaran-umkm-di-18-k-l-dikonsolidasikan-di-kementerian-koperasi-8m8KJ2Y4ti.jpg Rakor Kemenko Ekonomi soal Pembiayaan UMKM. (Foto: Okezone.com/Dok. Kemenkop)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan anggaran pembiayaan UMKM yang selama ini tersebar di 18 kementerian/lembaga (K/L) akan diupayakan untuk dikonsolidasikan di kementerian yang dipimpinnya.

Teten setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Prasiden Joko Widodo dengan tema Pemberdayaan UMKM mengatakan, Presiden telah meminta Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan seluruh kementerian terkait untuk mengkonsolidasikan anggaran pembiayaan UMKM.

Baca Juga: Sandiaga Uno Optimistis Pelaku UMKM Bisa Hadapi Era Industri 4.0

“Presiden telah meminta ke Menkeu, Menteri BUMN, dan kepada seluruh menteru karena pembiayaan pemberdayaan UMKM selama ini nyebar di 18 kementerian,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Teten pun secara khusus diminta untuk menyiapkan roadmap dan rencana strategi karena nantinya anggaran pemberdayaan tersebut akan dikonsolidasikan di Kementerian Koperasi dan UKM.

Menkop UKM Teten Masduki

“Kami sedang menyiapkan renstra dan roadmap pengembangan UMKM,” kata Teten.

Menurut dia, pembinaan UMKM menjadi sangat penting terutama karena Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar dilakukan perekrutan sebanyak-banyaknya tenaga ahli untuk disebar ke sentra-sentra UMKM di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Ingin Naik Kelas, Bos Tokopedia: UMKM Jangan Dikasihani

Mereka nantinya akan ditugaskan untuk melakukan pendampingan secara end to end kepada UMKM dari mulai merencanakan usaha, pengemasan, hingga pemasaran produk.

“Model seperti ini banyak dilakukan di banyak negara,” katanya.

Presiden juga meminta agar UMKM fokus ke sektor produksi dan kemudian bisa naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi.

“Presiden meminta saya untuk mengembangkan bisnis model di berbagai sektor unggulan yang berorientasi ekspor dan produk substitusi impor sebagai akselerasi bagi pertumbuhan UMKM,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya berupaya untuk membangun kelembagaan UMKM yang sebagian besar merupakan usaha perorangan sehingga kemudian memiliki sistem produksi yang terintegrasi di sentra-sentra.

“Dengan begitu soal perizinan, pembiayaan bisa lebih mudah karena dilakukan kolektif, bisa juga factory sharing untuk permesinan modern sehingga daya saing UMKM meningkat,” kata Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini