nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepakat Tolak Ekspor, Harga Nikel RI Dipatok USD30/Ton

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 19:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 12 320 2129012 sepakat-tolak-ekspor-harga-nikel-ri-dipatok-usd30-ton-dr8YHtAaOp.jpg BKPM soal Harga Nikel (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan harga jual bijih nikel (ore) di dalam negeri maksimal USD30 per ton. Harga ini ditetapkan dalam rangka mendukung kebijakan ekspor ore terbatas

 Baca Juga: 9 Perusahaan Kembali Ekspor Bijih Nikel, 2 Masih Belum Dapat Izin

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, harga ini sesuai kesepakatan antara Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian (AP3I), Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Perusahaan Smelter. Harga berlaku untuk kadar bijih nikel di bawah 1,7%.

"Namun atas dasar kesadaran yang tidak ingin melakukan ekspor juga ada. Ini kita lakukan kesepakatan bahwa harga ore yang diterima harganya harga internasional," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (12/11/2019)

Baca Juga: Daftar 9 Perusahaan yang Dapat Izin Ekspor Nikel

Menurut Bahlil, harga tersebut mengacu pada harga bijih nikel di pasar internasional. Di mana, harga yang dipatok ini sudah dikurangi ongkos pengiriman dan juga pajak.

"Ini kita lakukan kesepakatan bahwa harga ore yang diterima harganya harga internasional, ongkos dikurangi transhipment kurangi pajak, hitung-hitungan USD30 per metrik ton," katanya.

 Tambang

Nantinya lanjut Bahlil, harga ini berlaku hingga 31 Desember 2019. Pada 1 Januari 2020 akan mereview kembali dan membuka opsi untuk berdiskusi mengenai penetapan harga ore dalam negeri yang baru.

"Itu batasnya hanya sampai 31 Desember. Kalau 1 Januari nanti lain lagi, ini darurat," kata Bahlil.

Namun lanjut Bahlil, harga ini nantinya tidak akan melebihi nominal yang sudah ditetapkan meskipun harga di pasar internasional mengalami kenaikan. Yang jelas para pengusaha siap menjual orenya kepada pengusaha smelter di dalam negeri dengan harga maksimaL USD30 per metrik ton.

"Harga flukuatif tidak berpengaruh mau naik turun tidak berpengaruh," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini