nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkal Banjir Bandung, Proyek Terowongan Ini Rampung Akhir Tahun

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 12 November 2019 17:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 12 470 2128920 tangkal-banjir-bandung-proyek-terowongan-ini-rampung-akhir-tahun-zBlqMC0EAv.png Terowongan (Foto: Instagram PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air tengah menyelesaikan pembangunan Terowongan Nanjung. Proyek yang sudah direncanakan sejak 15 tahun ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019 ini.

Terowongan ini digadang-gadang akan mengurangi genangan banjir di daerah Baleendah, Dayehkolot, Andir, dan sekitarnya seluas 700 hektar. Tak hanya itu, Terowongan Nanjung dinilai dapat meningkatkan kapasitas Sungai Citarum dari 570 m3/detik menjadi 643 m3/detik.

Baca Juga: Terowongan Tol Cisumdawu Dibuka Fungsional saat Mudik Lebaran

Melalui akun resmi Instagram-nya, Kementerian PUPR menyatakan terus mendukung Program Citarum Harum. Salah satunya melalui penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Provinsi Jawa Barat. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden melalui Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

"Untuk memperlancar aliran Sungai Citarum di wilayah Curug Jompong, Kabupaten Bandung, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air tengah menyelesaikan pembangunan Terowongan Nanjung," tulis Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Baca Juga: 10 Megaproyek Jalan hingga Terowongan Antarbenua, Nomor 6 Bikin Geleng-Geleng Kepala

Penataan DAS Citarum dilakukan secara terpadu mulai dari perbaikan atau normalisasi badan sungai, serta peningkatan kapasitas sungai dengan pembangunan terowongan. Selain itu, terdapat pembangunan permukiman baru bagi warga yang direlokasi, serta pembangunan fasilitas pengolahan air limbah dan sampah permukaan serta penegakan hukum.

 Terowongan

Pembangunan proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) dengan PT Adhi Karya (Persero) dalam kerja sama operasional (KSO). Adapun proyek ini merupakan multiyears contract (MYC) dengan anggaran APBN sebesar Rp 334,85 miliar.

"Terowongan ini terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dengan diameter 8 meter. Hingga saat ini, progres konstruksi telah mencapai 92 % dan ditargetkan selesai akhir 2019," tulis Kementerian PUPR.

Dua terowongan Nanjung tersbeut diketahui menembus tebing sepanjang 230 meter. Jika pembangunan kedua terowongan ini selesai, maka diperkirakan dapat mengurangi banjir yang ada di Bandung Selatan, terutamanya di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini