nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaet Perbankan, Google Akan Buka Rekening Giro Digital

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 16:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 14 278 2129862 gaet-perbankan-google-akan-buka-rekening-giro-digital-ZNscSn54MC.jpg Google (Reuters)

JAKARTA - Google (GOOGL) berencana untuk membuka layanan perbankan digital. Pasalnya, Google akan bermitra dengan Citi Group dan Credit Union di Stanford University untuk inisiatif tersebut.

"Kami sedang mengeksplor cara agar dapat bermitra dengan bank dan koperasi kredit di AS untuk menawarkan rekening giro cerdas melalui Google Pay. Cara agar membantu pelanggan mereka mendapat manfaat dari wawasan bermanfaat dan alat penganggaran, sambil menyimpan uang mereka di akun yang diasuransikan FDIC atau NCUA," kata juru bicara perusahaan, melansir CNN Business pada Kamis (14/11/2019)

 Baca juga: Komisi Persaingan Usaha Australia Gugat Google soal Penggunaan Data Konsumen

Namun, Google tidak berencana menjadi pusat perhatian pada rekening giro. Sebaliknya, merek lembaga keuangan akan dimasukkan ke dalam rekening dan bank akan bertanggung jawab atas penjajakan dan kepatuhan keuangan.

 Google

Bank mitra dan koperasi kredit akan menawarkan rekening giro cerdas ini melalui Google Pay. Google juga belum memutuskan apakah membuat akun akan mengenakan biaya.

 Baca juga: Wapres JK Akui Pajak Google Cs Masih Jadi Masalah Dunia

Dorongan ke dalam rekening giro adalah contoh terbaru dari perusahaan Big Tech yang pindah haluan ke ruang layanan keuangan. Amazon juga ingin memperkenalkan rekening giro untuk pelanggan. Facebook mengumumkan proyek cryptocurrency Libra awal tahun ini.

Apple juga telah bekerja sama dengan Goldman Sachs untuk meluncurkan kartu kredit, sementara layanan Apple Pay telah menjadi metode pembayaran masuk ke banyak pelanggan iPhone.

 Baca juga: Semangat Indonesia Kejar Pajak Digital hingga ke Osaka

Direktur Pelaksana Penelitian Ekuitas Wedbush Securities Dan Ives mengatakan, Google sedang berusaha memperdalam hubungannya dengan konsumen dengan masuk ke keuangan.

"Perusahaan memiliki posisi yang tak tertandingi dalam siklus hidup konsumen, dan sekarang mereka mencoba untuk meningkatkan posisinya," tutur Ives.

Google sudah menawarkan perangkat rumah pintar seperti Nest dan Google Assistant. Mereka baru saja memasuki dunia kesehatan dan kesejahteraan dengan rencana akuisisi Fitbit.

"Bagian yang hilang adalah perbankan," ujar Ives.

Ives mengatakan, inisiatif Google mungkin tidak akan menimbulkan kekhawatiran bagi bank-bank besar sampai saat ini, tetapi perluasan jejak finansial Big Tech yang sedang berlangsung kemungkinan akan menimbulkan ancaman kompetitif di masa depan - terutama karena tidak menunjukkan tanda-tanda akan reda.

"Ini hanya ujung tombak dalam hal ke mana [raksasa teknologi] pergi," kata Ives.

Anggota parlemen di Washington, yang sudah menyelidiki dominasi perusahaan teknologi besar, mungkin akan meninjau kembali langkah Google.

Analis Cowen And Company Jaret Seiber mengatakan, upaya Google dapat menarik perhatian, mengingat ketidaksukaan Washington untuk Big Tech dan bank-bank besar.

"Kami mengalami kesulitan melihat bagaimana menggabungkan keduanya yang akan membuahkan hasil yang akan merangkul Demokrat atau Republik," ucap Seiberg.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini