nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Tujuan Investasi Anda?

Sabtu 16 November 2019 11:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 15 278 2130169 apa-tujuan-investasi-anda-4dVYPWtKFX.jpg Investasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Yuk Berinvestasi. Ajakan ini mungkin sudah kerap terdengar dalam perbincangan antar teman di café-café saat ini. Tetapi Apakah kita sudah benar-benar memahami apa tujuan berinvestasi? Secara definisi, berinvestasi diartikan sebagai kepemilikan atau pembelian produk investasi untuk memperoleh pendapatan tambahan di luar pendapatan dari usaha pokok atau penghasilan tetap.

Tujuan seseorang berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Dana hasil keuntungan tersebut tentu berbeda pada masing-masing investor. Oleh sebab itu, sebelum berinvestasi, perlu memahami tujuan spesifik yang diinginkan di masa depan. Tujuan tersebut akan menjadi acuan untuk memilih instrumen atau produk investasi yang sesuai. Selain itu, tujuan investasi akan menentukan horizon atau jangka waktu investasi, baik yang berjangka waktu pendek, menengah, atau panjang.

Baca Juga: IHSG Turun 0,47% Dalam Seminggu, Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp7.105,01 Triliun

Kebutuhan jangka pendek, misalnya, rencana melangsungkan pesta pernikahan setahun ke depan, atau biaya melahirkan yang diperkirakan dua tahun lagi. Jangka menengah misalnya, rencana membeli kendaraan tiga tahun lagi, atau membeli dan merenovasi rumah. Sementara rencana jangka panjang misalnya untuk biaya sekolah anak, dana pensiun, ibadah haji, dan sebagainya yang jangka waktunya di atas lima tahun.

Pentingnya mengenal tujuan investasi juga berlaku di pasar modal. Calon investor dapat memilih produk investasi di pasar modal yang sesuai untuk kebutuhan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Produk investasi pasar modal yang utama terdiri atas saham, obligasi dan reksa dana.

Investasi

Saham akan memberikan keuntungan yang optimal dalam jangka waktu panjang. Karena, harga saham mengalami fluktuasi harga dalam jangka pendek. Saham bersifat high risk dan high return. Memiliki risiko yang tinggi akibat turunnya harga saham, namun berpotensi memberikan keuntungan tinggi pula dari kenaikan harga saham dan pembagian dividen saham.

Selain mengalokasikan dana investasi jangka panjang di instrumen saham, berinvestasi di lebih dari satu saham akan mengurangi risiko. Dengan melakukan diversifikasi pada beberapa saham, jika salah satu saham mengalami penurunan harga, akan tertolong kenaikan harga saham lainnya. Buatlah portofolio investasi yang terdiri atas beberapa saham, atau beberapa jenis instrumen pasar modal.

Baca Juga: IHSG Naik 0,7% Selama Sepekan, Transaksi Harian Tembus Rp9,6 Triliun

Obligasi bisa dipilih untuk tujuan investasi jangka menengah. Obligasi adalah bukti kepemilikan atas utang. Saat jatuh tempo nilai obligasi akan sama dengan nilai nominalnya, karena penerbit obligasi akan membayarkan kembali dana pokok pinjaman sesuai nilai yang tertera di obligasi (nilai nominal). Meskipun obligasi juga diperjualkan di pasar sekunder di Bursa Efek Indonesia (BEI) kenaikan dan penurunan harga pasar obligasi relatif lebih kecil fluktuasinya dibanding saham. Sehingga investor dengan horizon investasi menengah, bisa memilih obligasi.

Sementara untuk kebutuhan jangka pendek setahun atau kurang dari setahun, kurang disarankan untuk berinvestasi di instrumen pasar modal secara langsung. Investor bisa memilih menyimpan dana di produk bank, yaitu tabungan atau deposito. Atau bisa juga memilih berinvestasi pada reksa dana pasar uang yang menempatkan dananya pada instrumen pasar uang yaitu deposito perbankan, dan obligasi jangka pendek yang usia jatuh temponya kurang dari setahun.

Sementara reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap, fluktuasi harga dan return-nya sama dengan investasi secara langsung di instrumen saham dan obligasi. Bedanya, dengan membeli reksa dana, investor tidak perlu memiliki keahlian khusus dalam berinvestasi, karena dikelola oleh manajer investasi. Dana yang dibutuhkan untuk berinvestasi di reksa dana juga relatif lebih kecil dibanding berinvestasi secara langsung di pasar saham dan obligasi.

Hanya dengan membeli sejumlah unit reksa dana yang dikelola secara Kontrak Investasi Kolektif (KIK) oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian, investor bisa berinvestasi di pasar saham dan obligasi. Sementara reksa dana campuran adalah gabungan antara produk saham dan pendapatan tetap (obligasi). (TIM BEI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini