nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Skuter Listrik, Instagrammable tapi Bisa Makan Korban

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 06:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 320 2130232 fakta-skuter-listrik-instagrammable-tapi-bisa-makan-korban-CTopZ1bj4K.jpg Grab Wheels (ABS CBN)

JAKARTA – Kisruh skuter listrik di Indonesia, khususnya Ibu Kota Jakarta makin diperdebatkan. Pasalnya kendaraan anak milenial ini menghasilkan banyak konflik, mulai dari melewati Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) hingga menewaskan penggunanya sendiri.

Sejak diperkenalkan oleh Grab Indonesia pada Mei 2019 lalu, pamor skuter listrik Grab Wheels di Indonesia makin tinggi beberapa bulan ini. Dengan harga sewa yang tergolong murah, siapa yang tidak tergiur untuk mencobanya. Alhasil pengkajian dan peraturan akan diterapkan untuk membuat penggunaan skuter listrik ini tertib dan benar.

 Baca juga: Polemik Skuter Listrik, Anies: Nanti Difinalisasi Kepala Dishub

Melihat maraknya kontroversi keberadaan skuter listik di Indonesia, berikut ini polemik-polemik yang terjadi seperti diringkas Okezone:

 Grab wheel

1. Diperkenalkan di Mei 2019

Skuter listrik yang instagrammable ini mulai di uji coba oleh layanan ojek daring di Indonesia pada Mei 2019. Kala itu, skuter listrik ini hanya bisa dicoba di BSD City, Tangerang Selatan. Karena tampilannya yang menarik, penyewaan skuter listrik bernama Grab Wheels ini langsung melejit.

 Baca juga:Pengendara Skuter Listrik Langgar Aturan, Grab: Banyak yang Belum Tahu Grab Wheels

2. Kecelakaan yang Menewaskan Penggunanya

Pada Minggu 10 November 2019 lalu, dua orang pengguna jasa sewa skuter listrik tewas aat berkendara di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Dua orang itu ialah Wisnu (18) dan Ammar (18), mereka bersama 4 orang temannya menyewa otopet listrik saat dini hari.

Ammar dan Wisnu berboncengan menuju arah FX Sudirman. Kemudian mobil jenis Toyota Camry melaju dengan kecepatan tinggi sehingga menabrak Ammar, Wisnu, dan teman-temannya. “Ammar dan Wisnu ditempat, tidak sadarkan diri. Kejang- kejang, akhirnya kita bawa mereka ke rumah sakit," kata Fajar, salah satu teman Ammar dan Wisnu.

Baca juga: Regulasi Skuter Listrik Terbit Desember, Grab: Sepeda Bisa Lewat, Grab Wheels Juga Bisa

Namun, nyawa keduanya tidak tertolong karena mengalami luka dalam m berupa pendarahan di bagian kepala serta luka lainnya luka robek di bagian tubuhnya.

3. Penggunaan Skuter Listrik di Jalan Raya Dihentikan Sementara

Menanggapi peristiwa kecelakaan yang menewaskan pengguna jasa otopet listik, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo memutuskan akan melarang penggunaan skuter listrik selama beberapa waktu.

"Kita akan sampaikan mereka setop dulu, jangan dioperasionalkan di kawasan itu sambil menunggu regulasi yang akan kita terbitkan," katanya.

Peraturan ini mengatur jam operasional skuter listrik yang disamakan dengan TransJakarta atau kereta Moda Raya Terpadu (MRT) dari pukul 05.00-23.00 WIB.

 Grab Wheel

Syafrin juga sudah menyampaikan larangan kepada operator jasa sewa otopet listik untuk tidak melintasi trotoar dan JPO.

Hal ini sama dengan yang disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi, “Kalau sekarang kan yang terjadi liar nih, aplikator tidak bisa mengawasi, sepanjang belum bisa diawasi, saran saya ke Pemda (skuter listrik) berhentikan dulu,” ujarnya.

4. Penggunaan Otopet Listrik Rusak JPO

Kerusakan salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sudirman disebabkan oleh penggunaan skuter listrik yang melewatinya. Pasalnya banyak masyarakat yang menggunakan sewa otopet listik ini untuk sekadar gaya-gayaan, bukan sebagai alat transportasi.

“Kebanyakan sekarang pakai itu (skuter listrik untuk) main-main, bukan kepentingan transportasi. Iya (hanya untuk) gaya-gayaan,” tukas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi.

Ia juga menyarankan penggunaan skuter listrik untuk sementara waktu dilarang menggunakan di jalan raya. Pelarangan ini berlaku seraya menunggu aturan mengenai polemik skuter listrik di jalan raya.

5. Ugal-ugalan, Pengguna Skuter Listrik Bisa Didenda

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan Grab Wheels hanya boleh melalui jalur sepeda dan area yang sudah disediakan, misalnya daerah Gelora Bung Karno (GBK).

"Formatnya hanya di jalur sepeda, arena di Jakarta kan sudah ada hampir semuanya kayak GBK," ucap Budi.

Budi kembali memperingatkan agar tidak melintasi jalur yang tidak diperbolehkan, termasuk trotoar. Jika kedapatan, maka akan kena denda Rp250.000. "Kalau lewati jalur yang tidak diizinkan, bakal denda Rp250.000 sesuai peraturan di daerahnya," tegasnya.

Denda sebesar Rp500.000 juga bisa dilayangkan. Denda ini melihat Pasal 284 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). "Kita mengacu ke UU 22/2009 Pasal 284. Di sana menyebutkan bahwa pengendara kendaran bermotor yang mengabadikan keselamatan pejalan kaki, otomatis diancam pidana kurungan maksimal dua bulan, dan denda maksimal Rp500 ribu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

6. Regulasi Otopet Listrik Akan Terbit Desember

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata meminta regulasi baru yang akan terbit pada Desember dapat membuat Grab Wheels setara dengan sepeda. Ia berharap Grab Wheels dapat melintas juga di jalur khusus sepeda.

"Di mana sepeda boleh lewat, di situ Grab Wheels boleh lewat juga. Itu yang akan kami usulkan besok ke DKI, di mana sepeda bisa lewat, di situ Grab Wheels bisa lewat," ucap Ridzki.

Ridzki dan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengenai rincian regulasi. Ia juga mengaku ingin berdiskusi lebih lanjut dengan pemerintah karena khawatir akan keamanan pelanggan Grab yang menyewa skuter listrik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini