nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IHSG Berpeluang Konsolidasi Menguat Pekan Depan

Fakhri Rezy, Jurnalis · Minggu 17 November 2019 20:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 17 278 2130970 ihsg-berpeluang-konsolidasi-menguat-pekan-depan-v4M8eDAP2Y.jpg IHSG (Okezone)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi menguat pada pekan depan. IHSG akan bergerak di kisaran 6.090-6.200.

Analis saham Hans Kwee mengatakan, pekan depan pelaku pasar masih akan mencerna perkembangan perang dagang. Di akhir pekan, optimisme muncul terkait solusi perang dagang menyusul pernyataan Penasihat ekonomi Pemerintah AS, Larry Kudlow, Washington dan Beijing sudah mendekati perjanjian perdagangan.

 Baca juga: IHSG Cenderung Balik Arah ke Zona Hijau, Intip Rekomendasi Sahamnya

“ IHSG Berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6.090 sampai 5.988 dan resistance di level 6.183 sampai 6.200,” ujarnya dalam keterangan, Jakarta, Minggu (17/11/2019).

 IHSG

Pada Akhir pekan lalu, Larry mengatakan pembicaraan sangat konstruktif dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang yang sudah berlangsung 16 bulan. Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng, tadi malam mengatakan kedua negara mengadakan diskusi "mendalam" tentang kesepakatan fase pertama, tetapi mencatat penarikan kembali beberapa tarif adalah kunci untuk mencapai kesepakatan.

 Baca juga: IHSG Berpotensi Mixed, Intip Rekomendasi Sahamnya!

Sebelumnya di tengah pekan lalu Beijing dikatakan menolak permintaan Gedung Putih untuk perlindungan kekayaan intelektual dan mengekang transfer teknologi dengan mekanisme penegakan hukum. Keinginan penegakan hokum terhadap pelanggaran kekayaan intelektual masih menjadi kendala kedua Negara. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa AS belum menyetujui desakan China untuk menghapus tarif impor.

“Terkait perang dagang semua bisa berubah dengan sangat cepat dari optimis menjadi kekawatiran di pasar. Sudah sering pelaku pasar di kecewakan kegagalan perundingan kedua Negara biarpun sebelumnya berita positif tentang perundingan dagang,” ujarnya.

 Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan

Sementara itu, pasar juga akan kembali memperhatikan penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, dengan audiensi televisi pertama yang menghubungkan pemimpin AS itu secara langsung dengan upaya untuk menekan Ukraina agar mengumumkan penyelidikan terhadap saingan politik domestiknya.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengatakan, Trump telah mengakui suap dalam skandal Ukrainadan menuduhnya melakukan pelanggaran yang bisa berujung pada pemakzulan di bawah Konstitusi AS. Tentu rencana pemkzulan presiden Trump akan menjadi sentimen negative bagi pasar, karena akan menimbulkan ketidak pastian di Negara AS.

Harapan penurunan bunga di akhir tahun memudar setelah Chairman Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan kemungkinan penghentian penurunan suku bunga AS dalam kesaksian selama dua hari di hadapan Kongres AS. Jerome Powell kembali menegaskan bahwa gambaran pertumbuhan ekonomi AS terlihat berkelanjutan sehingga jalur penurunan suku bunga tidak akan berubah selama ekonomi terus bertumbuh.

“Dampak penuh dari penurunan suku bunga beberapa periode terakhir belum terasa mempengaruhi perekonomian. Beberapa data ekonomi yang baik membuat peluang penurunan bunga dalam waktu dekat menjadi sangat kecil,” ujarnya.

Data CPI AS lebih baik dari perkiraan karena harga konsumen untuk periode Oktober naik 0,4%, melebihi ekspektasi. Data klaim pengangguran mingguan AS pekan lalu 225.000, tertinggi sejak Juni. Sebelumnya Trump membidik Federal Reserve dengan mengeluhkan bahwa suku bunga AS lebih tinggi daripada negara maju lainnya. Kita tidak mungkin berharap ada penurunan bunga The Fed dalam waktu dekat menyusul baiknya data ekonomi AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini