nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Listing Perdana, Saham Dana Brata Luhur Langsung Auto Reject

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 18 November 2019 10:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 18 278 2131158 listing-perdana-saham-dana-brata-luhur-langusng-auto-reject-ugXXQHN5yn.jpg IPO Dana Brata Luhur. (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) resmi melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat pencatatan perdana, saham TEBE langsung terkena penolakan otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS).

Pasalnya, kenaikan saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 50%. Saat pencatatan perdana sama TEBE tercatat naik 49,77% atau 545 poin dari harga penawaran.

Baca Juga: Perdana di BEI, Saham Ginting Jaya Energi Naik 22,2%

Saat pencatatan perdana, saham TEBE naik 49,77% atau 545 poin ke level Rp1640. Saham TEBE ditransaksikan sebanyak sembilan kali dengan volume sebanyak 90 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp14,72 juta.

TEBE sendiri melepas sebanyak 35 juta saham atau sebesar 2,72% dari total modal disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham dan setelah mengkonversi mandatory convertible loan (MCL) dengan harga penawaran Rp1.096.

Dana Brata Luhur

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, pencatatan perdana saham ini merupakan emiten ke 46 yang tercatat di BEI selama tahun 2019. Dirinya berpesan agar terus menjaga tanggung jawabnya kepada para pemegang saham atau masyarakat ke depannya.

"Selamat kepada Perseroan karena ini merupakan milestone dengan mencatatkan saham perdananya di BEI. Dengan ini, Perseroan merupakan perusahaan ke-46 yang melantai di 2019," ujarnya saat ditemui di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Baca Juga: Pagi Ini, Ginting Jaya Energi Melantai di Bursa

Sementara itu Direktur Utama Dana Brata Luhur Dian Heryandi mengatakan langkah IPO tahun ini merupakan bagian cara untuk mencapai visi dan misinya perusahaan sebagai penyedia jasa infrastruktur dan transportasi batu bara terintegrasi yang terkemuka di Indonesia. Nantinya 80% dana IPO ini akan digunakan untuk modal kerja dari anak usahanya.

Dengan ini, perseroan bakal menghimpun dana segar senilai Rp38,36 miliar lewat IPO ini. Adapun bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas.

"Perusahaan akan menggunakan dana IPO sekitar 80 persen untuk kebutuhan modal kerja PT Talenta Bumi selaku entitas anak dan sisanya untuk kebutuhan modal kerja perseroan," kata Dian

Sebagai informasi, Dana Brata Luhur didirikan tahun 2008, merupakan perusahaan induk yang mempunyai kegiatan usaha utama yaitu berfokus pada penyediaan infrastruktur pertambangan.

Perseroan memiliki tiga Entitas Anak yaitu PT Talenta Bumi, PT Talenta Bumi Energi dan PT Pelabuhan Talenta Bumi. Dari ketiga Entitas Anak yang dimiliki Perseroan, yang saat ini beroperasi untuk melakukan kegiatan usaha adalah Talenta Bumi yang menjalankan usaha berupa penyediaan infrastruktur pertambangan meliputi jalan angkut batubara, penyediaan area pengumpulan sementara batubara (stockpile) dan pengoperasian terminal batubara dan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.

Talenta Bumi berlokasi di Kelurahan Lepasan, Desa Sungai Tampung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Saat ini kepemilikan perseroan di Talenta Bumi sebesar 99,15% .erjadi sejak 27 Juni 2018.

Adapun Kinerja keuangan dan operasional Talenta Bumi diketahui baru dikonsolidasikan ke laporan keuangan Dana Brata Luhur pada periode Juni 2018-Juni 2019. Hal itu tercermin dari kenaikan laba kotor Dana Brata pada Juni 2019 menjadi Rp 47,83 miliar atau naik Rp 43,33 miliar atau 963,09% dari Rp 4,5 miliar pada Juni 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini