nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendagri Tegaskan Tidak Ada Desa Siluman, Tapi...

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 18:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 20 2131894 kemendagri-tegaskan-tidak-ada-desa-siluman-tapi-QzGLpxjG1M.jpg Ilustrasi Uang Rupiah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri memastikan tidak ada yang namanya istilah desa 'siluman' ataupun desa fiktif. Karena desa yang dimaksud justru ada bentuk fisiknya.

Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kemendagri Benny Irwan mengatakan, keberadaan desa fiktif ini sejatinya hanya karena masalah administrasi. Desa-desa yang disebut siluman itu dinilai tidak memenuhi syarat administrasi sebagai desa.

Baca Juga: Kemenkeu Akan Setop Penyaluran Dana Desa yang Administrasinya Tak lengkap

"Jadi desa fiktif nggak ada. Memang ada beberapa desa yang perlu kita buatkan pembinaan administrasinya," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Kesalahan administrasi tersebut, menurut dia tidak lepas dari kondisi beragam desa-desa di Indonesia. Ditambah lagi, masalah masih rendahnya pendidikan yang ada pada aparatur desa.

Dana Desa

Berdasarkan catatannya, 60% aparatur desa merupakan lulusan SMA. Sementara 21% di antaranya hanya lulusan SD.

"Lebih 21% itu tidak lulus pendidikan formal, hanya lulus SD dan SMP. Itu untuk tingkat pendidikan aparatur di desa. 10 ribu desa tak punya kantor desa. Itu data BPS," ucapnya.

Baca Juga: Kemenkeu: Dana Desa Sudah Tersalurkan Rp52 Triliun hingga Oktober

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa kurang lebih 14.000 desa belum menikmati aliran listrik. Ditambah lagi, angka penduduk miskin di desa juga tergolong tinggi.

Dengan kondisi demikian, perangkat desa juga harus berhubungan dengan 18 kementerian/lembaga yang semuanya punya urusan langsung dengan desa.

"Saya pikir mulai dari lahir sampai mati diurus oleh desa. Dengan penyelenggaran pemerintahan daerah dengan desa, yang daerah sudah ada urusan ini itu semua bertumpu kepada kondisi pemerintah desa tadi yang beragam," jelasnya.

Asal tahu saja, beberapa waktu lalu,Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali mengutarakan 'desa siluman' pada acara Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 di Auditorium Chakti Buddhi Bhakti (CBB), Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pemerintah menaikkan Dana Desa 2020 menjadi sebesar Rp 72 triliun, naik Rp 2 triliun dari tahun 2019 dengan perhitungan alokasi berdasarkan jumlah desa. Oleh karena itu, Sri Mulyani menekankan pemerintah akan terus menertibkan desa yang tidak memenuhi syarat tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini