nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sertifikasi Tanah di Jateng Selesai 2023

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 18:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 470 2131878 sertifikasi-tanah-di-jateng-selesai-2023-UUJHoYfOy4.jpg Sertifikat Tanah. (Foto: Okezone.com)

SEMARANG - Program sertifikasi tanah di Provinsi Jawa Tengah ditargetkan selesai pada 2023 atau dua tahun lebih cepat dari target nasional. Sebelumnya pada 2018, Jawa Tengah juga menempati peringkat pertama secara nasional dalam sertifikasi tanah dengan realisasi 101,57%.

Baca Juga: Menteri ATR Pastikan 8 Juta Sertifikat Tanah Sudah Dibagikan Masyarakat

“(Capaian prestasi itu) diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus motivasi untuk percepatan penyelesaian target secara nasional melalui PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap),” kata Kepala Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Jawa Tengah, Jonahar, Selasa (19/11/2019).

6.000 Masyarakat se-Provinsi Sumsel Terima Sertifikat Tanah dari Presiden Jokowi

Meski memasang target besar namun jumlah ASN di Kementerian ATR/BPN khususnya di wilayah Jawa Tengah masih terbatas. Untuk itu, diperlukan peningkatan sumber daya manusia pendukung di antaranya melalui pemanfaatan lulusan SMK, Diploma, dan Sarjana yang memiliki kompetensi dalam bidang pengukuran, pemetaan dan pertanahan.

Baca Juga: Menteri Sofyan: Pembuatan Sertifikat Tanah Sulit karena Kurang Juru Ukur

“Serta dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan skill dari pegawai yang ada,” lugasnya saat Stadium General “Peningkatan Sumber Daya Manusia Untuk Mendukung Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)” yang diselenggarakan oleh Program Studi DIII Pertanahan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip).

Stadium General dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Vokasi Undip, Dr. Ida Hayu Dwimawanti, MM. Dalam sambutannya disampaikan pola kerjasama antara BPN dan Sekolah Vokasi penting untuk dikembangkan khususnya dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerjasama yang saling menguntungkan dapat terus dikembangkan khususnya untuk pengembangan Program Sarjana Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan. BPN memerlukan sumber daya manusia sementara sekolah vokasi menyediakan tenaga terampil,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini