nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investor Diharap Bawa Teknologi Canggih ke Indonesia, Ini Faedahnya!

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 12:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 20 2132149 investor-diharap-bawa-teknologi-canggih-ke-indonesia-ini-faedahnya-mGAQYtm2TF.jpg Investasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 5% setiap tahunya. Pertumbuhan ekonomi itu berasal dari konsumsi, ekspor, dan investasi.

"5% itu peranan dari konsumsi masyarakat yang sudah terjadi dalam beberapa tahun ini. Itu adalah kontribusi dari pertumbuhan yang disebabkan karena domestik ekonomi, dan tentu saja ekspor dan investasi juga berperan," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Affandi Lukman, di JW Marriott Hotel, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga: Kepala BKPM Rayu Investor China, Korsel dan Jerman

Bagaimanapun juga, pemerintah harus tetap meningkatkan produktivitas pertumbuhan ekonomi agar bisa lebih besar lagi. Ini tak lepas dari target Indonesia untuk mencapai USD7 triliun, sementara pertumbuhan saat ini hanya memungkinkan Indonesia meraih USD5 triliun.

Investasi

Maka dari itu, Affandi berharap agar investasi yang ada bisa sekaligus mendatangkan teknologi-teknologi teranyar. Dengan demikian, industri Indonesia bisa memaksimalkan itu untuk bersaing di pasar global.

Baca Juga: Pengusaha Jepang Bakal Investasi Rp40 Triliun di Indonesia

"Tetapi kita perlu lebih tinggi lagi dan itu berasal dari investasi dengan harapan membawa teknologi agar industri kita bisa lebih baik lagi, bisa bersaing di pasar global," harap Affandi.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini belum cukup untuk mencapai target, karena jika tidak cukup maka Indonesia tidak bisa mencapai USD7 triliun, hanya USD5 triliun," tambahnya.

Tidak hanya itu, Affandi juga mengingatkan untuk memastikan bahwa kerjasama luar negeri yang selama ini terjalin jangan sampai sia-sia. Apalagi perundingan-perundingan itu akan sia-sia kalau industri Indonesia tidak kompetitif.

"Kita sekarang sedang berunding kerjasama dengan rincian 17 telah selesai, 12 ongoing, 11 segera dimulai perundingannya. Ini merupakan modal yang kalau kita tidak kompetitif industrinya, peluang kerjasama tadi yang telah kita miliki itu hanya kesempatan yang gabisa dimanfaatkan. Kita harus miliki logistic cost yang rendah, kemudian baru bisa industri kompetitif," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini