nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tingkatkan Perekonomian Diibaratkan Seperti Makan Obat, Lho Kok?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 15:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 20 2132243 tingkatkan-perekonomian-diibaratkan-seperti-makan-obat-lho-kok-HBseokRoeX.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Total nilai perdagangan yang Indonesia mimpikan adalah sebesar USD7 triliun. Untuk itu, Indonesia perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7%. Tidak diragukan lagi, ini tentu saja membutuhkan langkah-langkah, strategi, serta waktu, tidak bisa instan begitu saja.

Namun, Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Affandi Lukman merasa bahwa Indonesia terjerat aturannya sendiri untuk mencapai potensi tersebut. Hal ini Affandi ungkapkan di acara Indonesia Economic Forum hari ini.

 Baca juga: Incar Nilai Perdagangan USD7 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup

"Makanya kan itu upaya yang dilakukan bukan tahun ini bisa langsung naik jadi 7%. Jadi langkah yang kita lakukan ini aturan-aturannya terlalu banyak yang menjerat diri kita sendiri untuk perizinan, kemudian kemudahan berusaha," ungkap Affandi di JW Marriott Hotel, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, jika dianalogikan, pertumbuhan ekonomi 7% itu ibarat makan obat, harus pahit dulu, baru terasa dampaknya. Ini juga sama seperti infrastruktur yang tidak bisa langsung dipakai.

"Seperti infrastruktur yang sudah selesai dan sudah bisa kita rasakan. Sekarang ibarat makan obat, pahit dulu. Tentu saja beberapa infrastruktur pasti tidak bisa dipakai langsung, kalau sudah bisa dipakai baru berasa manfaatnya," jelasnya.

 grafik

Lebih-lebih, Affandi juga menyatakan bahwa awal 2020 nanti, orang-orang yang berada dalam comfort zone akan merasakan ketidaknyamanan. Bagaimana tidak, ada 70 Undang-Undang yang sedang direview saat ini.

"Jadi memang dalam tahun-tahun awal kita bakal painful, banyak yang kena peraturan tadi sebanyak 70 UU sedang direview. Orang-orang yang berada di zona nyaman pasti terkena dampaknya," prediksi Affandi.

Baca juga: Milenial Jadi Kunci Indonesia Terhindar dari Resesi Ekonomi

Bagaimanapun juga, Affandi yakin kalau hasil dari kerja keras Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi akan terlihat. Contohnya adalah negara seperti China dan Korea yang mampu menumbuhkan pertumbuhan ekonomi hingga 2 digit.

"Tapi insyaallah buahnya tadi. Tentu kalau lihat dari China, Korea, mereka bisa tumbuh hingga 9%. Bahkan China bisa 2 digit: 10%, 11%, 13%. Jadi Saya bilang rata-rata, bukan berarti tahun depan sudah naik jadi 7%. Nanti lah, bisa dari 5% naik dulu," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini