nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala BKPM Rayu Investor China, Korsel dan Jerman

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 11:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 20 320 2132131 kepala-bkpm-rayu-investor-china-korsel-dan-jerman-l4CSD4N9G6.jpg Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan melakukan kunjungan kerja ke China, Korea Selatan, dan Jerman mulai tanggal 20 hingga 29 November 2019.

"Kepala BKPM akan meyakinkan calon investor di China dan Korea Selatan," ujar Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga: Pengusaha Jepang Bakal Investasi Rp40 Triliun di Indonesia

Rizal mengatakan, Bahlil akan berjumpa dengan pengusaha setempat secara one-on-one di Beijing, RRT pada tanggal 20-22 November 2019. Setelah itu, Sabtu 23 November 2019, Kepala BKPM akan bertemu sejumlah investor di Seoul, Korea Selatan. Minggu hingga Selasa (24-26 November), Kepala BKPM akan berada di Seoul dan Busan, Korea Selatan.

Investasi

Selama tiga hari, Kepala BKPM akan bergabung dengan rombongan Presiden Joko Widodo dan para Menteri lainnya untuk mengikuti Forum ASEAN-Republic of Korea CEO Summit di Busan. “Kepala BKPM juga direncanakan akan meneken nota kesepahaman dengan Hyundai Motor Company (HMC) di kompleks pabrik Hyundai yang berlokasi di Ulsan, Korea Selatan,” ucapnya.

Baca Juga: Kepala BKPM: Investasi yang Masuk Harus Jadi Berkah untuk Pengusaha Lokal

Selanjutnya, Rabu hingga Sabtu (27-30 November) tim Kepala BKPM akan bertolak ke Munich, Jerman. Di Jerman, Kepala BKPM bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan one-on-one meeting dengan perusahaan asal Jerman BASF dan VW Wolfsburg.

Rizal mengatakan, posisi Indonesia sebagai tujuan investasi sangat strategis ke depan. Mengingat ada ancaman gejolak dan instabilitas yang sedang terjadi di beberapa negara tujuan investasi utama, misalnya di Amerika Latin ada masalah di Meksiko, Bolivia, dan Venezuela. Kemudian ada masalah di Hong Kong. Di Eropa ada Brexit. Negara-negara maju di Asia seperti Jepang dan Singapura menghadapi ancaman resesi. Ada juga ancaman negative rate pada sektor keuangan di negara-negara maju itu.

“Bapak Kepala BKPM mengatakan bahwa ini adalah peluang. Saatnya Indonesia meningkatkan daya saingnya untuk menarik dana-dana investasi dari negara-negara tersebut. Kita rayu masuk ke Indonesia,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini