nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gandeng Jerman, RI Kembangkan Listrik dari Energi Terbarukan di 1.000 Pulau

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 11:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 20 320 2132136 gandeng-jerman-ri-kembangkan-listrik-dari-energi-terbarukan-di-1-000-pulau-D9ld309bNm.jpg Kerjasama Pengembangan Energi Terbarukan Indonesia-Jerman. (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng the Deutsche Gesellschaft for Internationale Zumsammenarbeit (GIZ) GmbH untuk memajukan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri. Adapun rincian kerjasama itu untuk proyek kelistrikan EBT di 1.000 pulau atau Indonesia Jerman 1.000 Islands Renewable Energy for Electrification Programme (REEP).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (Dirjen EBTKE) FX Sutijastoto mengatakan, kerja sama ini sangat bagus untuk rencana pemerintah dalam mendorong pengurangan gas emisi dan juga efek rumah kaca. Namun di sisi lain, pemerintah juga tengah mengejar target elektrifikasi 100%.

Baca Juga: Total Kapasitas EBT yang Dibangun PLN Capai 7.435 Mw hingga Oktober

Saat ini rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia baru sekitar 98,86%. Dirinya percaya jika EBT terus didorong, rasio elektrifikasi dalam negeri bisa menyentuh angka 100%.

"Kita akan menyaksikan penandatanganan bisnis dengan Jermam yang telah terjalin 26 tahun. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk turunkan emisi gas rumah kaca sesuai dengan Paris Agreement. Pemerintah juga punya pekerjaan rumah (PR) akses listrik di semua wilayah Indonesia," ujarnya dalam acara Indonesia-Jerman Renewable Energy Day (RE Day) 2019, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Indonesia-Jerman

Memang, pria yang kerap disapa Toto itu menyebut dalam mendorong elektrifikasi pada EBT banyak sekali tantangannya. Misalnya saja dari luas wilayah masing-masing daerah yang berbeda-beda, hingga investasi yang cukup tinggi.

"Tantangan EBT itu dari sisi teknis ekonomi hingga keberlanjutan. Jadi kerja sama ini jadi rekomendasi bagi para pemangku kepentungan. Semoga memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Jerman," jelasnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Minta Kampus Pacu Penelitian Energi Terbarukan

Sementara itu, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Peter Schoof mengatakan, di negara mana pun upaya mengalihkan penggunaan energi fosil ke sumber energi yang bersih adalah adalah pekerjaan yang sangat berat, dan membutuhkan pengetahuan dan pembiayaan yang tidak kecil. Namun Indonesia tidak sendirian dalam hal ini, karena komunitas internasional, termasuk Jerman, siap mendukung, bila diperlukan.

"Melihat sektor swasta siap untuk berinvestasi merupakan hal yang sangat menggembirakan. lni membuktikan bahwa transisi energi bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang besar bagi Indonesia dan perekonomiannya," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Program Energi untuk lndonesia/ASEAN (GIZ) Rudolf Rauch mengatakan, memang dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) Pemerintah tak bisa bergerak sendirian. Perlu peran swasta yang menurutnya memainkan peranan yang sangat penting.

“Sektor swasta turut memainkan peran penting dalam mengembangkan energi terbarukan. Perusahaan di seluruh dunia pun semakin banyak yang berkomitmen untuk going green dengan menggunakan energi terbarukan untuk pasokan listrik mereka bahkan hingga 100%, atau yang disebut perusahaan RE100,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan acara panel melalui acara Renewble Energy Day Indonesia-Jerman (RE Day) RE Day tahun ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta berasal dari pemerintah dan lembaga terkait, PT PLN, perusahaan energi terbarukan, lembaga think tank, lembaga pendanaan proyek, asosiasi sektor energi terbarukan dan sektor swasta pengguna energi terbarukan.

Sebagai salah satu rangkaian acara, tiga perusahaan Multinasional, yaitu Multi Bintang Indonesia, Nike Indonesia, dan Danone Jndonesim membacakan dan menyatakan komitmen mereka untuk menggunakan listrik dari pembangkit energi terbarukan guna menunjang kebutuhan listrik operasional mereka. Komitmen ini merupakan bentuk peran aktif sektor swasta dalam memajukan energi terbarukan di Indonesia, yang juga akan membantu pencapaian target bauran energi nasional sebesar 23% pada tahun 2025.

Pada kesempatan yang sama juga dilangsungkan penandatanganan kerja sama dalam bidang energi terbarukan antara TML Energi dan Ferntech GmbH, PLN UlKL Sulawesi, Meteocontrol GmbH dan GIZ Indonesia PLN Enjiniring dan STEAG, PLN Enjiniring dan Fichtner, serta PLN Enjiniring dan GIZ Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini