nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Dubai yang Jarang Diketahui, Kota Bahagia yang Penduduknya Muda

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 12:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 21 470 2132623 5-fakta-dubai-yang-jarang-diketahui-kota-bahagia-yang-penduduknya-muda-8lDbjJiNvf.jpg Dubai (Foto: Okezone.com/Viralscape)

JAKARTA – Masyarakat dunia kerap kali menganggap Dubai sebagai pusat wisata yang menawarkan kemegahan. Bahkan hampir 16 juta wisatawan mengunjungi Dubai pada tahun 2014 sehingga menempatkan negara itu sebagai tujuan keempat terpopuler di dunia.

Menurut Mastercard's Global Destination Cities Index 2019, Dubai menepati urutan teratas sebagai tempat wisatawan yang mengeluarkan uang terbanyak. Tercatat totalnya mencapai USD31 miliar atau Rp436 triliun (kurs Rp14.000 per USD) per tahunnya.

Baca juga: Kisah-Kisah Alquran Tersaji di Quranic Park Dubai

Kota ini memiliki reputasi sebagai tujuan belanja dan hiburan mewah, seperti mal mewah dan teater megah. Tapi banyak fakta yang tidak diketahui banyak orang tentang Dubai, berikut ini 5 faktanya yang dikutip dari We Forum, Kamis (21/11/2019):

1. Dubai Bukanlah Negara

Dubai sering dianggap sebagai sebuah negara. Faktanya, Dubai menjadi salah satu dari tujuh negara bagian di Uni Emirat Arab (UEA), yang didirikan pada tahun 1971 setelah merdeka dari Inggris.

Sebagai salah satu bagian terbesar dari dari UEA, Dubai adalah salah satu pintu masuk utama ke negara itu dan salah satu pusat transit tersibuk di dunia. Dengan 88 juta orang per tahun melewati Bandara Internasional Dubai.

dubai

2. Dulu Mutiara Menjadi Industri Utamanya

Sebelum minyak ditemukan di Dubai tahun 1966. Sebelum itu, ekonomi bertumpu pada kegiatan pencarian mutiara oleh nelayan-nelayan.

Produk domestik bruto UEA (PDB) sekitar USD414 miliar atau Rp5.000 tirliun, dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,4% pada tahun 2019. Sebagian didorong oleh pertumbuhan dari sektor minyak. Dubai memproduksi hampir 84.000 barel minyak mentah per hari. Tapi itu bukan satu-satunya penyumbang kesuksesan kota mewah ini.

Lebih dari 90% aktivitas bisnis di Dubai sekarang berasal dari berbagai sektor lain, termasuk logistik, layanan keuangan, real estat, konstruksi, dan manufaktur.

Menurut World Economic Forum’s Global Competitiveness Report 2019, Uni Emirat Arab berada di peringkat ke-25, menjadikannya ekonomi yang paling kompetitif di dunia Arab, berdasarkan faktor-faktor seperti inovasi, keterampilan, dan stabilitas makroekonomi.

dubai

3. Sebagian Besar Penduduknya Berusia di bawah 35 Tahun

Dubai memiliki populasi anak muda sebesar 60% dengan berusia di bawah 35 tahun. Selain itu, kota ini juga merupakan pusat inovasi teknologi. Pada 2017, Wolrd Economic Forum bermitra dengan International Finance Corporation untuk mengidentifikasi, mendukung, dan memungkinkan wirausahawan terbaik dan terpandai di dunia Arab untuk meningkatkan keadaan kawasan mereka melalui 100 Arab Start-Ups Shaping the Fourth Industrial Revolution initiative.

Kisah sukses di Dubai ini termasuk Careem, aplikasi ojek daring yang dibeli oleh Uber pada tahun 2019 seharga USD3,1 miliar atau Rp43 triliun, dan BitOasis, yang menyediakan akses ke negara-negara Arab.

dubai

4. Aktor Terkenal George Clooney Pernah Syuting di Dubai

Dubai memang terkenal dengan keindahannya. Terbukti Dubai pernah menjadi lokasi film Hollywood, termasuk film thriller berjudul Syriana yang dibintangi oleh actor kondang George Clooney.

Oleh karena itu banyak perusahaan media terkemuka di dunia memiliki basis Timur Tengah di Dubai. Ia memiliki Media City yang berdedikasi yang merupakan rumah bagi organisasi global seperti Reuters, BBC, CNN, CNBC, Sony, dan Showtime.

Didirikan pada tahun 2001 sebagai pusat produksi dan penyiaran konten, dan bagian dari Teknologi Dubai, Elektronik Komersial, dan Zona Bebas Media (TECOM), situs ini adalah yang terbesar di kawasan ini, dengan anggaran pengembangan lebih dari $ 800 juta dan sekitar 2.500 perusahaan terdaftar.

dubai

5. Dubai Ingin Menjadi Kota Paling Bahagia di Bumi

Dubai bisa mengukur kebagiaan. Negara bagian UEA ini telah menyiapkan “happiness meters” berbasis digital untuk mengukur suasana hati warga, penduduk, dan pengunjung, terutama ketika mereka berinteraksi dengan layanan pemerintah Dubai.

Pemerintah Dubai memiliki tujuan untuk menjadikan Dubai sebagai kota terbahagia di dunia.

Pada tahun 2016, pemerintah UEA menunjuk Ohood bint Khalfan Al Rhoumi sebagai Menteri Kebahagiaan pertamanya, yang ditugasi meluncurkan program positif nasional.

Menurut Kementerian Negara untuk Kebahagiaan, kebahagiaan karyawan di UEA meningkat 24% antara 2016-2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini