nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disuspensi, TGRA Tepis Kepemilikan Saham oleh Benny Tjokro

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 13:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 22 278 2133109 disuspensi-tgra-tepis-kepemilikan-saham-oleh-benny-tjokro-hrwMKpeNI3.jpeg PT Terreggra Asia Energy Tbk (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) angkat suara soal pemberhentian sementara perdagangan saham atau suspensi yang terjadi pada perseroan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham TGRA memang terus anjlok hingga akhirnya berada di harga Rp158 per lembar saham.

Corporate Secretary Terregra Asia Energy Christin Suwito menyatakan, anjloknya saham perseroan memang murni karena pergerakkan pasar. Namun hal itu tak terlepas dari kabar yang beredar bahwa saham TGRA dimiliki oleh investor kawakan Benny Tjokrosaputro.

 IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini

Isu yang beredar tersebut menurutnya memberikan sentimen negatif sehingga investor TGRA melakukan aksi jual saham. Dirinya pun dengan tegas menepis kabar tersebut dan memastikan tak ada nama Benny Tjokro dari kepemilikan saham TGRA.

"Sejak IPO di Mei 2019 pergerakkan harga saham stabil, tidak pernah menyentuh harga terendah saat ini. Isu yang berkembang di masyarakat, kami dikaitkan ke pemilik saham Benny Tjokro, setelah kami cek enggak satu lembar pun milik dia. Dari awal kami memang stay away dari nama-nama yang agak ngeri di capital market," jelasnya dalam paparan publik di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Baca Juga: Saham Terjun Bebas, BEI Suspensi Terregra Asia Energy

Christin menyatakan, secara fundamental kinerja perusahaan terjaga dengan baik, sehingga diharapkan suspensi saham TGRA bisa segera dibuka dan dapat kembali diperdagangkan oleh para investor.

"Kalau dilihat dari rasio harga, saham Terregra sudah sangat murah. Kami berharap suspensi saham bisa segera dibuka," katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Terregra Asia Energy Kho Sawilek memaparkan, kinerja keuangan perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp1,08 triliun per September 2019. Realisasi itu meningkat 154% dari kinerja di September 2018 yang sebesar Rp428 juta.

 Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Menengok kinerja tersebut, Khi mengaku anjloknya harga saham TGRA menjadi hal yang mengejutkan bagi perseroan. Dirinya berharap kabar yang beredar mengenai kepemilikan saham oleh Benny Tjokro di TGRA segera berakhir.

"Harga ini mulai berubah di 6 November 2019. Kita juga agak surprise, itu kan memang di luar ranah kami bisa fluktuasi sebesar itu. Fundamental perusahaan saat ini masih cukup stabil, jadi kami harap isu yang berkembang itu hanya sementara," kata dia.

Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Sekedar diketahui, TGRA mulai mengalami suspensi pada 19 November 2019, kemudian perdagangan saham TGRA dibuka kembali pada tanggal 20 November 2019. Tetapi kembali di suspensi oleh otoritas bursa pada tanggal 21 November 2019.

Adapun sepanjang tahun berjalan saham TGRA anjlok sebesar 80,25%, sedangkan dalam sebulan terakhir tertekan 82,35%. Pada perdagangan terakhir di 20 November 2019 saham TGRA anjlok 24,76% menjadi Rp158 per saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini