nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PNM Cari Utang Rp1,35 Triliun dari Obligasi, untuk Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 13:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 22 278 2133125 pnm-cari-utang-rp1-35-triliun-dari-obligasi-untuk-apa-eB0sRrMLzz.jpg Ngopi BUMN dengan pihak PT PNM (Foto: Okezone.com/Giri Hartomo)

JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan menerbitkan surat utang alias obligasi berkelanjutan III tahap II tahun 2019. Perseroan mengincar dana sebesar Rp1,35 triliun dalam penerbitan surat utang ini.

Direktur Utama PMN Arief Mulyadi mengatakan, penerbitan obligas tahap II 2019 dilakukan dalam dua seri, yaitu seri A, dengan obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp586,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,4%. Jangka waktu obligasi Seri A adalah 3 tahun terhitung sejak tanggal emisi.

 Baca juga: PNM Catat Penyaluran Pembiayaan Mekaar Capai Rp17,5 Triliun

Sedangkan Seri B, Jumlah obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp763,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75%. Jangka waktu obligasi seri B adalah tahun terhitung sejak tanggal emisi.

 Rupiah

Untuk Join Lead Underwriter (JLU) obligasi ini akan dilakukan oleh PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

 Baca juga: Menteri Rini Minta Bank BUMN dan PNM Picu UMKM Agar Naik Kelas

"Kami terbitkan obligasi enggak besar Rp1 triliun. Karena peminatnya banyak kita tambah jadi Rp1,35 miliar. Bikin 3 kupon. Ternyata peminat lebih banyak ke jangka panjang yang 5 tahun. Ini kegembiraan kami investor percaya bhw onm terjamin pengelolaan dan jaminannya," ujarnya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Nantinya lanjut Arief dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan usaha masyarakat melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada tahun depan. Adapun ULaMM, PNM mencatatkan akumulasi penyaluran sebesar Rp25,5 triliun, dengan nilai outstanding Rp6,7 triliun.

Obligasi untuk modal pembiayan baik Mekaar dan ULaMM. Untuk obligasi yang sudah jatuh tempo sudah kita bayar diawal," ucapnya.

Menurut Arief, dirinya optimis dana obligasi ini akan banyak diminati investor. Apalagi ‎PNM telah menorehkan pencapaian peringkat dari idA menjadi idA+ (single A plus; stable outlook) atas perusahaan, obligasi berkelanjutan, sukuk mudharabah dan medium term notes

Kami harus profesional sebagai perseroan dan PT, mencari pendanaan investor dan kreditur dengan rating. Single A di 4 tahun belakangan naik jadi A+. Ini ukuran perusahaan kami punya keterjaminan jangka panjang," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini