nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Kesalahan saat Bersih-Bersih Rumah, Kamu Pernah Lakukan?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 10:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 22 470 2133210 5-kesalahan-saat-bersih-bersih-rumah-kamu-pernah-lakukan-8n5ISYgNRg.jpg Bersih-Bersih Rumah (Forloveofcupcakes)

JAKARTA – Membersihkan rumah mungkin bukan menjadi kegiatan favoritmu, tapi itu adalah suatu kewajiban. Hal ini bertujuan untuk menghindari penuhnya debu, keracunan makanan, atau bahkan dari kerusakan rumah.

Sebagian besar dari kita hanya ingin menyelesaikan pekerjaan rumah dalam waktu sesingkat mungkin dengan hasil terbaik untuk upaya kita. Oleh karena itu, inilah lima kesalahan bersih-bersih yang sering dilakukan, seperti dikutip dari The Spruce, Minggu (1/12/2019):

 Baca juga: Masuk Musim Hujan, Jangan Lupa Periksa Instalasi Listrik Rumah!

1. Menunda Bersih-Bersih

Apakah kamu langsung membersihkan makanan / minuman yang jatuh ke lantai atau meninggalkannya selama beberapa hari? Bahkan jika kamu sedang terburu-buru dan tetap mengabaikannya, akan ada semut yang akan mengerumuninya. Kamu hanya perlu menghabiskan 15 atau 20 detik untuk membersihkannya daripada menghabiskan 20 hingga 30 menit kemudian jika membiarkannya.

 Bersih-Bersih

Sama dengan pekerjaan bersih-bersih lainnya. Menghabiskan beberapa menit untuk bersih-bersih pasti jauh lebih enteng daripada berjam-jam. Bersihkanlah meja di dapur, piring kotor, wastafel sedikit-sedikit. Kemudian agenda bersih-bersih mingguan dapat berupa menyedot debu, membersihkan toilet, mengepel lantai dapur dan mencuci pakaian. Jauh lebih efisien bukan?

 Baca juga: Rajin Bersih-Bersih Rumah, 7 Spot Ini Jangan Sampai Terlewatkan!

2. Memulai dari Tempat yang Salah

Tidak seorang pun dari kita ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk membersihkan daripada yang seharusnya. Jika kamu mulai di tempat yang salah saat melakukan bersih-bersih, kamu harus mengulang kembali bersih-bersihmu itu.

Pertama-tama sortirlah barang-barang yang bukan milik ruangan itu. Buang atau kembalikan ke tempat yang sesuai.

 Baca juga: Ada Air Merembes di Dinding Rumah Kamu? Ini Cara Perbaikinya!

Saat membersihkan sebuah ruangan, mulailah dari bagian atas ruangan dan turun ke bawah. Jika kamu mulai dengan membersihkan lantai dan kemudian beralih ke langit-langit. Kamu harus membersihkan lantai lagi setelah debu-debu itu turun.

 Bersih-Bersih

Saat membersihkan dinding dan pintu atau jendela, mulailah dari atas sehingga kamu tidak perlu mengulang dari awal lagi.

 Baca juga: 6 Langkah Mudah Bersihkan Rumah dengan Cuka

3. Menggunakan Produk Kebersihan yang Salah

Menggunakan produk pembersih yang tidak cukup bagus untuk melakukan bersih-bersih berarti kamu memiliki sisa kotoran dan harus mengulangnya. Pernahkah kamu mencuci pakaian hanya untuk menemukan noda yang tersisa? Kamu mungkin menggunakan produk yang salah.

Menggunakan produk pembersih yang salah dapat merusak beberapa permukaan. Itu sebabnya kamu tidak bisa menggunakan bubuk scrub pada furnitur atau meja dengan aman.

Jika kamu mencoba mengurangi jumlah bahan kimia yang digunakan, kamu bisa mencoba produk pembersih alami yang sangat efektif jika digunakan dengan benar.

4. Menggunakan Spons Kotor

Spons yang kamu gunakan untuk bersih-bersih bisa memperburuk masalah dan menyebarkan bakteri di sekitarnya. Jika tidak ditangani dengan benar, spons dapur merupakan tempat berkembang biaknya bakteri coliform (Salmonella atau E.coli).

 Bersih-Bersih

Luangkan waktu untuk mencuci kain pembersih, pel dan sikat gosok untuk membersihkan filter vakum dan gelas setiap penggunaan. Alat sekali pakai seperti desinfektan tisu, kain elektrostatik dan lap debu sangat bagus, tetapi tidak jika kamu menggunakannya hanya “satu” untuk membersihkan seluruh rumah.

5. Tidak Mengajarkan Anak-Anak untuk Bersih-Bersih

Waktu yang tepat untuk mengajarkan anak-anak untuk bersih-bersih adalah ketika mereka masih balita. Balita ingin melakukan semua yang dilakukan Ayah dan Ibu. Jadi, mulailah dengan hal-hal sederhana yang dapat mereka bantu seperti melipat handuk dan menyimpannya atau membawa pakaian kotor ke mesin cuci. Seiring bertambahnya usia, kamu dapat menambahkan pekerjaan yang lebih menantang seperti mencuci pakaian.

Buat bagan tugas dan ajarkan anak-anak bahwa melakukan beberapa tugas bersih-bersih yang ringan setiap hari membuat pekerjaan jauh lebih mudah. Untuk anak yang lebih muda, mulailah dengan tugas-tugas sederhana seperti membersihkan rak, mengelap jendela. Kemudian secara bertahap tambahkan pekerjaan pembersihan yang lebih sulit.

Kamu pasti akan menerima keluhan dari anak-anakmu, tapi kamu harus menerapkan hal ini demi masa depan mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini