nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Gedung di Ibu Kota Baru Bakal Diasuransikan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 19:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 22 470 2133370 pembangunan-gedung-di-ibu-kota-baru-bakal-diasuransikan-oyTzki3N1z.jpg Ibu Kota (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah berencana mengasuransikan pembangunan gedung di ibu kota baru yang berlokasi di Kalimantan Timur. Gedung-gedung tersebut menjadi Barang Milik Negara (BMN) yang diasuransikan ke Konsorsium Asuransi BMN.

Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Encep Sudarwan mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai mitigasi dari kemungkinan terjadinya kerusakan pada konstruksi bangunan. Salah satunya kerusakan akibat bencana alam.

 Baca juga: Bangun Transportasi Kereta di Ibu Kota Baru, Pemerintah Butuh Rp209,6 Triliun

"Ibu Kota Baru (di Kalimantan Timur) juga nanti dari awal kami siapkan (untuk diasuransikan). Bangun ibu kota baru akan kami amankan juga," ujarnya di Kantor DJKN Kemenkeu, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

 Asuransi

Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan berapa besaran aset dari gedung-gedung tersebut termasuk besaran premi yang harus dibayarkan tiap tahunnya. Saat ini, pihak DJKN sedang melakukan penghitungan secara matang.

 Baca juga: Ibu Kota Baru di Kaltim Akan Dibangun Bandara VVIP

Adapun Konsorsium Asuransi BMN dibentuk khusus untuk pengadaan jasa asuransi aset pemerintah di seluruh kementerian/lembaga (K/L). Konsorsium itu terdiri dari 50 perusahaan asuransi dan 6 perusahaan reasuransi, di mana PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) berperan sebagai ketua konsorsium.

Dalam tahap awal implementasi, aset yang diasuransikan berupa gedung bangunan kantor, bangunan pendidikan, dan bangunan kesehatan. Ke depannya BMN yang diasuransikan akan berkembang ke infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah. Saat ini, DJKN masih menyiapkan skema dari asuransi tersebut.

 Baca juga: Kembangkan Pelabuhan Ramah Lingkungan di Ibu Kota Baru, Pemerintah Contek China

"Jadi ini akan berkembang ke barang-barang infrastruktur yang telah gencar pemerintah bangun, seperti jalan tol dan sebagainya. Tapi pertama-tam kami mulai dari gedung-gedung perkantoran pemerintah," ungkapnya.

Sebelumnuya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatawarta menyatakan, pada tahap pertama BMN milik Kemenkeu yang akan lebih dahulu diasuransikan. Terdapat 1.360 gedung Kemenkeu dengan nilai aset sebesar Rp10,84 triliun yang diasuransikan dan preminya sebesar Rp21,30 miliar.

Besaran nilai premi asuransi tersebut itu didapatkan dari penghitungan nilai aset yang sebesar Rp10,84 triliun dikalikan dengan tarif premi sebesar 1,965 permil, atau sederhananya sebesar 0,1965 persen. Hal itu ditetapkan oleh Konsorsium Asuransi BMN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini