nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Stress Test Bank Mandiri Bakal 'Keok' Jika Rupiah Tembus Rp37.000/USD

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 15:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 26 278 2134643 hasil-stress-test-bank-mandiri-bakal-keok-jika-rupiah-tembus-rp37-000-usd-ogno62qaVf.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memastikan memiliki rencana aksi (recovery plan) guna penanganan permasalahan keuangan yang mungkin terjadi di bank sistemik. Perusahaan pelat merah ini telah melakukan stress test (uji daya tahan) jika terjadi krisis keuangan seperti di tahun 1997-1998 lalu.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto menyatakan, hasil dari stress test tersebut menunjukkan bahwa Bank Mandiri akan mengalami permasalahan jika kurs Rupiah berada di level Rp37.000 per USD.

 Baca juga: Erick Thohir: Calon Dirut Bank Mandiri dari Internal

"Jadi salah satu untuk bayangannya (terkait recovery plan), yakni Bank Mandiri akan bermasalah kalau kurs Rupiah sampai jadi Rp37.000 per USD, itu simulasi," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

 Rupiah

Menurut Sulaiman, hasil stress test tersebut menunjukkan daya tahan Bank Mandiri yang cukup kuat jika dihadapkan krisis. Hal ini sebagai mitigasi ditengah kondisi ekonomi global yang mengalami pelemahan, bahkan sejumlah negara telah alami resesi.

 Baca juga: Kredit Bank Mandiri Tumbuh Melambat 7,8% pada Kuartal III-2019

"Tentunya itu diharapkan tidak terjadi, tapi itulah yang ingin disampaikan, bahwa kami punya recovery," katanya.

Sebelumnya, IMF bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi global ada berada di kisaran 3% di tahun 2019, paling lambat dari krisis keuangan global di tahun 2008-2009. Bahkan Bank Dunia memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi global pada 2019 hanya mencapai 2,6%.

 Baca juga: Naik 11,9%, Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp20,3 Triliun

Adapun Bank Mandiri tercatat mengantongi laba bersih sebesar Rp20,3 triliun di kuartal III-2019. Realiasi itu tumbuh 11,9% dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp18,1 triliun.

Kinerja itu ditopang pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7,78% menjadi sebesar Rp841,9 triliun dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp781,1 triliun. Selain itu, didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sebesar 7,2% menjadi Rp891,2 triliun dari sebelumnya Rp831,2 triliun di September 2018.

Sementara permodalan dan likuiditas terjaga dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Only di 22,50% dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di 91,72%. Serta aset Bank Mandiri pada kuartal III-2019 tercatat sebesar Rp1.276 triliun, tumbuh 8,7% dari akhir September 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini