nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Targetkan Defisit Transaksi Berjalan Selesai dalam 3 Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 12:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 28 20 2135474 presiden-jokowi-targetkan-defisit-transaksi-berjalan-selesai-dalam-3-tahun-GjVvcsci3Z.jpeg Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menyinggung permasalahan defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD). Permasalahan sudah terjadi sejak bertahun-tahun lamanya dan belum terselesaikan.

Untuk itu, Kepala Negara menargetkan angka defisit transaksi berjalan dapat tuntas dalam waktu tiga hingga empat tahun.

Baca Juga: BI Catat Penurunan Defisit Neraca Pembayaran Turun Drastis di Kuartal III-2019

"Kemudian ini yang berpuluh-puluh tahun yang kita tidak bisa diselesaikan yaitu menurunkan CAD. Tidak pernah selesai, tapi saya yakin dengan transformasi ekonomi yang kita kerjakan saya yakin bisa menyelesaikan dalam waktu tiga sampai empat tahun," ujarnya, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Presiden Joko Widodo

Menurut Jokowi, permasalahan CAD harus segera diselesaikan jika Indonesia tak ingin perekonomiannya terpuruk. Apalagi situasi ekonomi global memang sedang sulit, di mana semua negara sedang tertekan seperti perang dagang yang semakin tidak jelas. Ditambah lagi ancaman resesi ekonomi menghantui negara-negara dunia.

"Namun kita optimis pertumbuhan kita semakin baik. Saya kira pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di angka 5,4% sampai 5,05% di tahun depan," jelasnya.

Baca Juga: Dari Defisit, BI Pede Neraca Pembayaran Bakal Membaik

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyiapkan beberapa jurus andalan untuk menekan CAD. Salah satunya mengolah hasil sawit menjadi biodiesel di dalam negeri.

"Kita produksi CPO kita jadi biodiesel sendiri, sekarang sudah B20, kemudian B30 terus B50 hingga B100. Artinya CPO kita gunakan sendiri. Kenapa kita harus tarung dengan Uni Eropa gara-gara dibanned, didiskriminasi untuk CPO kita," jelasnya.

Menurut Jokowi, dengan CPO diproduksi di dalam negeri, dalam beberapa waktu ke depan harga CPO di pasar internasional bisa terus naik. Harapannya, para petani sawit bisa mendapatkan nilai tukar yang lebih baik.

"Kan kelihatan nanti harga CPO dalam satu tahun, dua tahun sebelum dan sesudah B30, di Januari, kemudian B100 akan berapa? Artinya, petani sawit kita akan menikmati harga yang baik. Target kita ke sana," kata Jokowi.

Sebagai informasi, CAD Indonesia pada triwulan III/2019 tercatat sebesar USD7,7 miliar atau 2,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), posisi CAD sepanjang Juli-September tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai USD8,2 miliar atau 2,9% dari PDB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini