nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baca Pidato Nadiem yang Viral, Sri Mulyani Merasa Tersindir Lalu Lakukan Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 16:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 28 20 2135575 baca-pidato-nadiem-yang-viral-sri-mulyani-merasa-tersindir-lalu-lakukan-ini-c6Ow2DPhCY.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Viralnya pidato dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada Hari Guru Nasional ternyata sampai kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bahkan ketika membaca teks pidato Nadiem, Sri Mulyani merasa tersindir.

Baca Juga: Sepanggung dengan Sri Mulyani, Nadiem Makarim Grogi Sampai Salah Ucap

Pasalnya, dalam pidato tersebut terkuak fakta masih sulitnya laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasalnya dalam pidato tersebut terselip fakta jika guru saat ini juga ternyata harus dibebankan oleh pertanggungjawaban keuangan.

"Bicara kreativitas inovatif sebenarnya sama dengan rezim let the manager manage. Saya lihat di surat cinta Nadiem, guru-guru mendapat beban keuangan pertanggungjawaban keuangan, saya sempat terkena (merasa) disentil," ujarnya dalam acara CEO Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Baca Juga: Pidato Viral Nadiem, Ketum Ikatan Guru Tunggu Implementasi

Mendapati hal tersebut, Sri Mulyani pun mengaku langsung mem-forward surat cinta Nadiem yang sempat viral tersebut kepada bawahannya. Tujuannya adalah agar para bawahannya membuat laporan pertanggung jawaban yang lebih simpel sehingga mempermudah para guru.

“Jadi surat cintanya Mas Nadiem saya forward ke anak buah saya, kalau menteri yang baru minta pertanggungjawaban itu harus sederhana," ucapnya.

 Nadiem

Menurutnya, APBN seharusnya menjadi stimulus untuk mempercepat kinerja. Bukan justru sebaliknya yang malah menghambat dan justru memperlambat kinerja.

"Poin saya APBN meningkatkan produktivitas, kita menggunakan resources dari sisi belanja, bagaimana Rp2.540 triliun (APBN yang akan dibelanjakan tahun 2020) itu addressing the issue bukan menambah masalah, itu untuk pendidikan, kesehatan, untuk infrastruktur, meningkatkan skill, memperbaiki regulasi, jadi jangan sampai APBN menambah regulasi,” jelasnya.

Oleh karena itu Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memginginkan agar proses pelaporan pertanggung jawaban bisa dilakukan sesimpel mungkin. Misalnya dengan menggunakan teknologi yang mana saat ini semuanya sudah bergeser ke arah digital.

"Teknologi mungkin juga bisa mempermudah, dari sent menjadi delivered, tanpa harus menimbulkan beban," ucap Sri Mulyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini