nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi November Diprediksi 0,20%

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 10:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 02 20 2136817 inflasi-november-diprediksi-0-20-9eODnetAKS.jpg BPS Akan Umumkan Inflasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statisitik (BPS) akan mengumumkan angka inflasi sepanjang November 2019. Sejumlah pengamat ekonomi pun memprediksi inflasi November masih terkendali.

Salah satunya adalah pengamat ekonomi dari Bank Permata Josua Pardede. Josua memprediksi angka angka inflasi pada November 2019 adalah 0,20% atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 0,02%.

"Inflasi bulan November diperkirakan terkendali di kisaran 0,20% (Month on Month/MoM) dari bulan sebelumnya yang tercatat 0,02% MoM. Sementara itu, inflasi tahunan per bulan November diperkirakan mencapai 3,05% secara (Year on Year/YoY) dari bulan sebelumnya yang tercatat 3,13% YoY," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (2/12/2019).

Baca Juga: Harga Bawang hingga Ayam Naik, November Diprediksi Inflasi 0,18%

Menurut Josua inflasi November didominasi oleh kenaikan harga pada komoditas pangan. Misalnya pada harga daging ayam yang naik 7,9% secara MoM.

Sementara itu untuk bawang merah juga ada kenaikan harga 16,5% MoM. Lalu telur ayam juga mengalami kenaikan 1,5%. MoM

"Inflasi bulan November lebih didominasi oleh peningkatan inflasi inti dan inflasi harga bergejolak. Beberapa harga komoditas pangan yang cenderung meningkat antara lain daging ayam (7,9%MoM); bawang merah (16,5%MoM) dan telur ayam (1,5%MoM)," jelasnya.

 Baca Juga: BI Catat Inflasi Minggu Pertama November Capai 0,1%

Sementara itu beberapa komoditas juga mengalami penurunan harga. Misalnya cabai merah yang mengalami penurunan harga sebesar 8,6%. Kemudian disusul cabai rawit yang juga turun 6,8%.

"Sementara itu, inflasi inti cenderung stabil di kisaran 3,13% YoY karena mempertimbangkan tren penurunan harga emas pada bulan November," jelasnya

Meskipun inflasi akhir tahun diperkirakan tetap terkendali di kisaran 3,1% secara yoy, namun tren inflasi cenderung meningkat pada awal tahun depan. Hal ini seiring turunnya produksi bahan pangan menjelang musim panen,

"Kemudian ditambah pula oleh efek kenaikan cukai rokok, dan premi BPJS Kesehatan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini