nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BUMN Ini Bikin Bingung Sri Mulyani dan Komisi XI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 13:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 20 2136910 bumn-ini-bikin-bingung-sri-mulyani-dan-komisi-xi-9nvX2QiKmU.jpg Sri Mulyani di Komisi XI DPR RI (Foto: Yohana Artha Uly/Okezone)

JAKARTA - Terdapat momen menarik ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Dalam rapat yang membahas suntikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kedua belah pihak tidak tahu mengenai PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN.

Sri Mulyani yang sedang memaparkan alokasi dana PMN di tahun 2020 yang akan diterima tujuh BUMN, mendadak mendapat interupsi dari anggota Komisi XI Fraksi Partai Golkar Misbakhun. Dirinya menginterupsi untuk menanyakan terkait PT PANN yang memang tidak familiar sebagai salah satu BUMN dan disuntik modal oleh pemerintah dengan skema non tunai.

 Baca juga: Pemerintah Suntik BUMN Rp17,73 Triliun di 2020, PLN Terima Paling Banyak

"Saya interupsi. Saya ingin tahu PT PANN ini apa Bu? Saya baru dengar ini ada persero PT PANN," ujar dia dalam rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

 Sri Mulyani

Menanggapi pertanyaan tersebut, Sri Mulyani pun mengaku merasa tidak familiar dengan BUMN tersebut. Dia bilang, BUMN tersebut memang tidak populer dan wajar Misbakhun bahkan dirinya tidak mengetahui keberadaan BUMN tersebut.

 Baca juga: Diterima DPR, Ini Gaya Erick Thohir Rapat Perdana Bersama Komisi VI

"PT PANN itu adalah PT Pengembangan Armada Niaga Nasional. Saya juga baru dengar sih Pak. Saya juga belum pernah dengar nama ini PT," jawa Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima dirinya, PT PANN mendapatkan PMN non tunai sebesar Rp3,76 triliun yang berasal dari konversi utang Subsidiary Loan Agreement (SLA) menjadi ekuitas. Suntikan PNM itu untuk meningkatkan kepercayaan stakeholder, sehingga dapat lebih berperan dalam pengembangan armada maritim nasional, serta mendukung nawacita pemerintah dalam mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

 Baca juga: Ignasius Jonan hingga Susi Pudjiastuti Jadi Bos BUMN?

Meski tak populer, ternyata BUMN tersebut sudah cukup lama berdiri yaitu sejak tahun 1974. Perseroan tersebut memiliki usaha telekomunikasi navigasi maritim dan jasa pelayaran untuk usaha jasa sektor maritim seperti membuat facial moniroting system, monitoring kapal, estimasi keberangkatan dan kedatangan kapal, informasi cuaca, kondisi cuaca, long range identification dan tracking national data center.

"BUMN-nya sih lama pak, tapi ga populer, makannya Pak Misbakhun dan saya sama-sama enggak pernah dengar itu PT," kata dia.

Mengutip laman resmi PT PANN, perusahaan pelat merah ini didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1974 tentang Penyertaan Modal Negara untuk Pendirian Perusahaan di bidang Pengembangan Armada Komersial Nasional. Pendirian PT PANN juga menjadi mandat Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita II. Dalam dokumen Repelita II menyatakan, pemerintah membentuk sebuah badan yang bertanggung jawab untuk membiayai dan mengembangkan armada komersial nasional.

Sri Mulyani pun menambahkan, PT PANN juga memiliki unit usaha di bidang properti dan perhotelan. Perusahaan pelat merah tersebut memiliki dua bangunan hotel dan satu unit gedung kantor.

"PT PANN dari sisi pembiayaan memiliki anak usaha dari sisi pembiayaan investasi modal kerja dan multiguna yang sudah mendapat persetujuan OJK. Jadi ini nampaknya BUMN sektor maritim yang sudah berdiri cukup lama. Jadi didirikan tahun '74, sudah eksis, tapi memang enggak pernah dengar," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini