nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus BI Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Bank Biayai Infrastruktur

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 18:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 20 2137023 jurus-bi-tingkatkan-pertumbuhan-ekonomi-dorong-bank-biayai-infrastruktur-CXuOE1On6j.jpg Destry Damayanti (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) perlu mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Apalagi, di tengah tekanan global saat ini.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, salah satu langkah keluar dari jebakan masyarakat berpenghasilan menengah (middle income trap) adalah tersedianya infrastruktur yang saling terhubung antar kawasan ekonomi khusus, kawasan industri serta pariwisata, dan ketersediaan infrastruktur layanan dasar seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.

 Baca juga: Bahas Ekonomi RI, Presiden Jokowi: Masa Kita Masih Impor Petrokimia?

"Langkah mengakselerasi pembangunan infrastruktur tersebut perlu didukung semua pihak," ujarnya mengutip keterangan tertulis BI, Jakarta, Senin (12/2/2019).

 BI

Dalam kesempatan yang sama, Destry menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi kunci percepatan pembangunan ke depan. Ada beberapa kunci yang dapat membantu kinerja tersebut.

 Baca juga: 4 Fakta Ekonomi Indonesia bak Film 'Cast Away' Versi Presiden Jokowi

Pertama, lanjutnya, peningkatan peran private investor dan innovative financing. Kedua, peningkatan kualitas persiapan proyek infrastruktur (feasibility study).

"Ketiga, kolaborasi dan sinergi kebijakan pemerintah pusat, daerah dan otoritas terkait lainnya untuk mengharmonisasikan proyek infrastruktur dengan kawasan ekonomi khusus, kawasan industri dan pariwisata," ujarnya.

Keempat, lanjutnya, integrasi data dan informasi untuk meningkatkan monitoring dan evaluasi penyelesaian proyek infrastruktur Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Selanjutnya, dalam mendorong akselerasi pembiayaan infrastruktur, Bank Indonesia terus mengoptimalkan kapasitas intermediasi perbankan melalui kebijakan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) yang akomodatif, mendorong penerbitan surat berharga komersial dan pemanfaatan instrumen hedging, serta memberikan pendampingan pada pemerintah daerah.

"Kebijakan Bank Indonesia tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan infrastruktur menuju Indonesia Maju," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini