nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

50 Kota Sudah Naikkan Harga Rokok, Paling Tinggi di Sibolga

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 13:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 02 320 2136900 50-kota-sudah-naikkan-harga-rokok-paling-tinggi-di-sibolga-vFvFQ40w8b.jpg Cukai Rokok Naik (Foto: Ist)

JAKARTA - Pemerintah akan menaikan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 21% mulai 1 Januari 2020. Kenaikan cukai rokok ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 152 Tahun 2019 yang dikeluarkan pada 24 Oktober.

Baca Juga: Cukai Naik, Rokok Jadi 'Penyakit' Inflasi November

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kenaikan cukai ini nantinya tidak akan berpengaruh besar terhadap harga. Pasalnya, para penjual rokok sudah mulai menaikan harga rokoknya secara bertahap sejak Oktober.

"Rokok kretek memang selalu menyumbang inflasi 0,01%. Tapi di pedagang sana sudah mengantisipasi kenaikan (cukai) pada Januari. Pedagang tidak akan menaikan seperti itu (sekaligus tapi bertahap)," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Baca Juga: Cukai Rokok Naik pada 2020, Begini Penjelasan Wemenkeu Suahasil

Menurut, Suhariyanto para pedagang ini mulai menaikan harga rokoknya sedikit demi sedikit. Tujuannya adalah agar para pelanggan rokok tidak kaget ketika cukai rokok dinaikan pada 1 Januari 2020.

Bandingkan jika kenaikan cukai rokok dilakukan dengan menaikkan harganya secara langsung. Hal ini akan berdampak besar dan seolah-olah harga rokok naik dengan tajam.

"Jadi pedagang naikin tipis-tipis supaya pelanggan enggak kaget sama kenaikan harga rokok," ucapnya.

 Rokok

Suhariyanto menjelaskan, selama periode Oktober dan November harga rokok memang mengalami kenaikan harga sebesar 0,70%. Adapun kenaikan tertinggi tejadi di Sibolga yang disusul dengan beberapa kota lainnya seperti Tegal, Madiun hingga Pontianak.

"Kalu kita lihat pemantauan kita rokok kretek filter naik (harganya) 0,70%. Naiknya pelan-pelan. Ini terjadi kenaikan di 50 kota. Kenaikan tertinggi di Sibolga. Kemudian di beberapa kota seperti Tegal, Madiun, Pontianak naik 2%," katanya.

 Rokok

Sementara itu, pada bulan ini, rokok kembali menyumbangkan inflasi pada bulan November 2019. Tercatat pada bulan November rokok kretek dan rokok kretek filter mengalami inflasi sebesar 0,01%.

Pada bulan sebelumnya rokok juga menjadi salah satu penyebab inflasi. Pada bulan Oktober inflasi pada rokok kretek dan rokok kretek filter adalah sebesar 0,01%.

"Komoditas yang mengalami inflasi adalah rokok kretek dan rokok filter masing masing 0,01%. Sejak beberapa bulan terakhir rokok sudah naik pelan-pelan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini