nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Kerusuhan, Wisman Hong Kong ke Indonesia Turun Tajam

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 16:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 320 2137021 imbas-kerusuhan-wisman-hong-kong-ke-indonesia-turun-tajam-K3YrQP2zIH.jpg Polisi Antihuru-hara di Hong Kong. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Jumlah wisatawan asal Hong Kong yang berkunjung ke Indonesia periode Oktober 2019 mengalami penurunan yang tajam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah wisatawan asal Hong Kong yang berkunjung ke Indonesia hanya 3.500 saja.

Baca Juga: Oktober, Turis Malaysia Paling Banyak Piknik ke Indonesia

Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,48% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3.600 kunjungan. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah kunjungan wisman asal Hong Kong turun 54,58%.

Wisatawan

Adapun secara kumulatif dari Januari hingga Oktober, jumlah kunjungan wisman Hong Kong ke Indonesia mencapai 44,8 ribu. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, jumlah wisman asal Hong Kong mencapai 78,9 ribu atau turun 43,25%.

Baca Juga: Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Turun 3,28% Selama Oktober 2019

Sedangkan dibandingkan periode Oktober 2019 dengan tahun 2018, juga mengalami penurunan sebesar 54,58%. Pada Oktober tahun lalu jumlah kunjungan wisman asal Hong Kong mencapai 7800 kunjungan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kunjungan wisman asal Hong Kong ini memang disebabkan oleh beberapa masalah politik yang ada di negaranya. Hal tersebut membuat warga Hong Kong enggan berpergian untuk liburan ke Indonesia.

"Penurunan ada di Hong Kong karena di sana ada masalah," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Sementara jumlah kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 241,1 ribu wisman. Lalu disusul dengan Tiongkok dengan angka wisman sebanyak 160,4 ribu.

Ditempat ketiga ada Singapura dengan 145,2 ribu wisman atau naik 10,72%. Lalu ada Australia dan Timor Leste dengan masing-masing jumlah kunjungan wisatawan mencapai 131,9 ribu atau naik 9,74% dan 92 ribu dengan kenaikan 6,79%.

"Wisman yang datang dari Asean paling tinggi sebesar 20,14%. Sementara penurunan terjadi di wisman yang datang dari wilayah Asia selain Asean," ucap pria yang kerap disapa Kecuk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini