nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 BUMN Masih Rugi, Sri Mulyani Evaluasi Bareng Erick Thohir

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 18:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 320 2137036 7-bumn-masih-rugi-sri-mulyani-evaluasi-bareng-erick-thohir-1VRMufdefR.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Facebook)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih merugi. Hal itu dilakukan dengan berkordinasi bersama Menteri BUMN Erick Thohir.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga 2018 masih terdapat tujuh BUMN yang merugi meski telah disuntik dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Ketujuhnya, PT Dok Kodja Bahari (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pertani (Persero), Perum Bulog dan PT Krakatau Steel (Persero).

Baca Juga: Ditanya Soal Rudiantara Jabat Dirut PLN, Menteri BUMN: Proses Masih Berjalan

"Jadi kami bersama Menteri BUMN akan bersama-sama melihat mana-mana yang memang perlu untuk diperkuat dalam bentuk penguatannya dan bagaimana misi pembangunannya tetap bisa dijalankan secara lebih akuntabel," ujarnya ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Sri Mulyani

Menurut Bendahara Umum Negara tersebut, seluruh BUMN perlu dijaga keberlanjutannya sehingga misi pembangunan dalam negeri juga tetap berjalan terus. Oleh sebab itu, penting untuk kinerja keuangan BUMN bisa membukukan keuntungan.

Baca Juga: Jumlahnya Dipangkas, Ini Tugas Baru 3 Deputi Kementerian BUMN

"BUMN memang selalu harus mencari titiik keseimbangan antara misi pembangunan dan mejaga kesehatan dari neraca dan laporan keuangannya," kata dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, evalusi BUMN yang merugi akan dilihat mulai dari tata kelola perusahaan hingga penyebab kerugiannya meski telah disuntik PMN.

"Lalu dilihat juga apa yang sudah dikerjakan dan bagaimana kondisi keuangannya. Sebenarnya banyak BUMN yang sudah jelas detailnya (permasalahan), itu akan kami analisis lebih lanjut bersama Kementerian BUMN," kata dia.

Sekedar informasi, tiap tahunnya pemerintah mengalokasikan dana PNM dalam bentuk tunai maupun non tunai kepada beberapa BUMN yang membutuhkan pendanaan. Pada tahun 2015 alokasi PNM sebesar Rp65,6 triliun, 2016 sebesar Rp51,9 triliun, 2017 sebesar Rp9,2 triliun, dan 2018 sebesar Rp3,6 triliun, serta 2019 alokasinya sebesar Rp20,3 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini