nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panen Raya, Ekspor Manggis dari Purwakarta Ditarget Naik 50.000 Ton

Mulyana, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 20:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 02 320 2137057 panen-raya-ekspor-manggis-dari-purwakarta-ditarget-naik-50-000-ton-pHoMQMOmAF.jpg Ekspor Manggis dari Purwakarta. (Foto: Okezone.com)

PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta menargetkan bisa mengekspor manggis sebanyak 50.000 ton pada musim panen raya di akhir tahun ini. Peluang ekspor ke negara Asean dan China masih terbuka lebar.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan mengatakan, sejak dua tahun terakhir, komoditi unggulan Purwakarta, yakni manggis sudah mampu ekspor ke sejumlah negara. Akan tetapi, ekspor manggis ini diakumulasikan baru mencapai 30.000 ton.

Baca Juga: Target Ekspor Laut Tahun Depan Naik, Intip Produk-Produk Andalannya

"Eskpor untuk manggis ini, unlimited. Makanya, pada musim panen akhir tahun ini, kita targetkan ekspornya meningkat," ujar Agus kepada Okezone, Senin (2/12/2019).

Manggis

Menurut Agus, luas perkebunan manggis di wilayahnya mencapai 1.500 hektare. Adapun rata-rata produksinya, mencapai 47 ton per hektare. Wilayah yang jadi sentra manggis ini, yakni Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, dan Darangdan.

Dengan tingginya permintaan manggis dari pasar luar negeri ini, lanjut Agus, merupakan angin segar bagi para petani. Sebab, petani didorong untuk meningkatkan kualitas produknya, supaya bisa sesuai dengan standar pasar eskpor.

Baca Juga: Diminati Dunia, Umbi Porang Diekspor dengan Nilai Rp1,2 Miliar!

"Selain mendorong dalam hal peningkatan kualitas, kami juga berupaya mengedukasi petani, supaya lebih fokus lagi pada budidaya manggisnya," ujar Agus.

Salah satu upayanya, yakni dengan memberikan bimbingan mengenai good agricultural practice (GAP) dan standard operational procedure (SOP) kepada para petani. Sedangkan, dari sisi kuantitas sendiri, pihaknya mendorong produktivitasnya terus meningkat. Sehingga, kebutuhan domestik maupun ekspor bisa tetap terpenuhi.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengatakan, pihaknya menyarankan kepada petani untuk tidak menebang pohon manggis yang usianya di atas 20 tahun. Mengingat, pohon tersebut menjadi plasma nutfah, yang keberadaannya harus dilestarikan.

"Masih ada petani yang mindset-nya keliru. Pohon yang sudah tua, ditebangi. Padahal, pohon itu masih produktif. Karena itu, saat ini penebangan pohon manggis di larang. Bahkan, kami terus membantu, supaya pohon tersebut disertifikasi oleh Kementan," jelas Anne.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini