nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suntikan Modal Bukan Solusi Selamatkan Jiwasraya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 21:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 02 320 2137120 suntikan-modal-bukan-solusi-selamatkan-jiwasraya-XvwqUbulHx.jpg Ilustrasi Asuransi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah tidak memasukkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam daftar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerima suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) di 2020. Penyelesaian masalah Jiwasraya disebut akan menggunakan cara lain, bukan melalui PMN.

Baca Juga: 5 Skenario Penyelamatan Jiwasraya, Cari Investor hingga Rilis Produk Baru

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyatakan, pihaknya tengah berkordinasi dengan Kementerian BUMN membahas mekanisme penyelamatan Jiwasraya. Perusahaan pelat merah itu mengalami permasalahan likuiditas sehingga tak bisa melakukan pembayaran kewajiban polis jatuh tempo.

Asuransi

"Kami sudah bahas, kami dengan Kementerian BUMN melihat cara-cara lain (selain PMN)," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Meski mengaku dalam persoalan Jiwasraya ada alternatif penyelamatan lainnya, namun Isa enggan menyebutkan skemanya. Dia hanya menegaskan tak menggunakan skema PMN, dan akan disampaikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir cara mengatasinya.

Baca Juga: Erick Thohir Serahkan Masalah Tunggakan Jiwasraya ke Kejaksaan

"Tapi intinya, kami akan tangani permasalahan Jiwasraya tidak harus dengan PMN, makanya caranya bagaimana, tunggu," kata dia.

Isa menekankan, Kemenkeu selalu berhati-hati dalam menyalurkan PMN yakni hanya BUMN yang memiliki prospek jelas yang akan mendapatkan suntikan modal. "Kalau kemudian nanti dengan PMN juga PMN yang harus betul-betul punya prospek dan mengatasi persoalannya. Jangan istilahnya menggarami lautan," kata dia.

Sekedar diketahui, pemerintah mengalokasikan PMN sebesar Rp17,73 triliun untuk tujuh BUMN di tahun 2020. Ketujuh BUMN itu yakni PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, PT Hutama Karya (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI, PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini