Share

PNS Mau Libur Hari Jumat dan Kerja di Rumah? Ini Syaratnya!

Giri Hartomo, Okezone · Selasa 03 Desember 2019 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 03 320 2137416 pns-mau-libur-hari-jumat-dan-kerja-di-rumah-ini-syaratnya-STrE9YJgIJ.jpg Kerja di Rumah (Reuters)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan reward bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki penilaian kinerja yang cukup baik. Penilaian kinerja itu dilakukan dengan cara pemeringkatan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 30 tahun 2019.

Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Waluyo Martowiyoto mengatakan, salah satu reward yang akan diberikan adalah tambahan libur di luar hari Sabtu dan Minggu. Hanya saja cuma 20% ASN pada masing-masing instansi saja yang akan diberikan reward tersebut.

 Baca juga: Kinerja PNS Dinilai dengan Sistem Pemeringkatan, Ini Skemanya!

"Jadi umpamanya nih, kan konsep bekerja dari yang 10 hari kerja 80 jam kerja, bisa jadi 9 hari kerja tapi tetap 80 jam kerja. Jadi mungkin tiap 2 minggu sekali ada libur yang memberikan waktu lebih banyak untuk keluarga. Jadi itu salah satu contoh (reward)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PanRB, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

 PNS

Selain itu, para ASN itu juga akan mendapatkan keistimewaan dengan bekerja dari luar kantor. Konsep ini juga tertuang dalam aturan PP 30 tahun 2019 dimana didalamnya ada konsen Flexible Working Arrangement (FWA) atau pengaturan kerja yang fleksibel.

 Baca juga: Selain Libur Hari Jumat, PNS Nantinya Bisa Kerja di Mana dan Kapan Saja

Selain itu, para PNS dengan kinerja terbaik akan mempengaruhi pendapatannya. Karena dengan kinerja moncer ini automatis akan ad tambahan tunjangan kinerja yang diberikan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Iya itu kan mungkin kita mulai dari situ (20% PNS dengan kinerja terbaik). Namanya kan kita membangun sistem," kata Waluyo.

Baca juga:  PNS Bakal Dapat Tambahan Libur di Hari Jumat

Melalui insentif yang ditawarkan ini, diharapkan kinerja PNS bakal terdongkrak. Namun untuk punishment atau hukuman bagi PNS berkinerja paling buruk masih disiapkan, mungkin dalam peraturan turunan.

"Ya itu tadi sekarang kan belum nanti akan diturunkan ke Permen PANRB," kata Waluyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini