nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesedihan Erick Thohir Penyelundupan Moge Coreng Nama Garuda

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 19:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 05 320 2138469 kesedihan-erick-thohir-penyelundupan-moge-coreng-nama-garuda-zGz4wsV5zu.jpg Konferensi Pers soal Onderdil Harley Ilegal di Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku sedih dengan kasus penyelundupan motor gede Harley Davidson yang melibatkan Garuda Indonesia. Kasus penyelundupan ini mencoreng nama BUMN penerbangan ini.

Memang, kata Erick, yang terlibat hanya satu dua orang saja. Akan tetapi yang tercoreng namanya, satu perusahaan bahkan termasuk juga pemerintah keseluruhan.

Baca Juga: Penyelundupan Motor Moge, Sri Mulyani: Negara Rugi Rp1,5 Miliar

"Ini sungguh menyedihkan ini proses secara menyeluruh di dalam sebuah BUMN. Bukan individu. Tapi menyeluruh," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Menurut Erick, sungguh ironis karena di saat pemerintah tengah membangun sebuah citra dirusak begitu saja oleh sebagian orang. Kinerja Garuda Indonesia sendiri dinilai sudah mulai membaik setelah mengalami rugi beberapa kali.

Onderdil Harley

"Ini yang tentu yang ibu pasti sangat sedih dan saya sangat sedih. Ketika kita ingin mengangkat citra BUMN kinerja BUMN tapi kalau oknum-oknum di dalamnya tidak siap. Ini yang tejadi," jelasnya.

Atas alasan tersebut, Erick memutuskan untuk memberhetikan Ari Askhara dari Direktur Utama Garuda Indonesia. Selain diberhentikan, nantinya Ari Askhara bisa dikenakan hukuman pidana, apalagi disampaikan penyelundupan ini mengakibatkan kerugian negara miliaran Rupiah.

Baca Juga: Garuda Klaim Onderdil Harley Davidson di Pesawatnya Bukan Selundupan

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar. Hal ini rincian dari penyelundupan onderdil Harley Davidson dan juga dua sepeda Bromphton seharga Rp57 juta.

"Kita akan terus lihat oknum yang akan tersangkut. Saya yakin Menteri Keuangan dan DJBC akan memproses ini apalagi ini ada kerugian negara. Jadi bukan hanya perdata tapi juga pidana ini yang memberatkan," ucapnya.

Menurut Erick, pencopotan Ari Askhara nantinya akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pasalnya, Garuda merupakan salah satu perusahaan terbuka yang mana penggantian Direksi harus melalui mekanisme RUPSLB.

"Akan memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia. Dan tentu proses ini karena Garuda perusahaan publik pasti ada prosedur lain," ucapnya.

Erick pun mengaku akan mencari tahu oknum lainya yang terlibat dalam penyelundupan barang mewah tersebut. Jika nantinya ditemukan anggota Direksi lainnya, dirinya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi pencopalotan dari jabatannya di Perseroan.

"Kami akan melihat lagi oknum yang akan tersangkut di kasus ini. Faktor kerugian negara jadi tidak hanya perdata tapi juga pidana," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini