nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Bersih-Bersih Garuda di Akhir Pekan, 4 Direksi Dipecat

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Minggu 08 Desember 2019 14:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 08 320 2139386 erick-thohir-bersih-bersih-garuda-di-akhir-pekan-4-direksi-dipecat-XnZcJIgXXK.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Garuda Indonesia terkena kasus lagi. Ari Akhsara, mantan Dirut perusahaan BUMN tersebut dipecat karena kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton-nya. Tidak hanya dia saja, ada beberapa direksi lainnya yang dipecat akibat kasus ini.

Berikut ini fakta seputar pemecatan para petinggi Garuda yang dirangkum oleh Okezone.com pada Minggu (8/12/2019):

Baca Juga: Ada Temuan Baru dalam Penyelundupan Harley oleh Direksi Garuda

1. Ari Akhsara Dipecat karena Kasus Penyelundupan Moge dan Sepeda Mahal

Nama Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Tbk) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara terseret kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat A330-900 milik Garuda Indonesia.

Sanksinya pun tak main-main, jika terbukti bersalah, Menteri BUMN Erick Thohir segera memecat Ari Askhara melalui RUPSLB.

Hebohnya kasus ini menjadi pukulan telak bagi BUMN dan khususnya Dirut Garuda Indonesia. Sebab, kejadian ini sangat memalukan dan pengkhianatan oleh pejabat BUMN. Dari kejadian ini, negara dirugikan sekira Rp1,5 miliar.

Erick Thohir

2. Selain Ari Akhsara, ada 3 Direksi yang Diberhentikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama dengan Dewan Komisaris Garuda Indonesia memberhentikan sementara jajaran direksi yang terlibat dalam penyelundupan Harley Davidson dan dua unit sepeda Brompton.

Asal tahu saja, Berdasarkan manifest, ada empat direktur yang terlibat dalam penyelundupan. Keempat Direksi tersebut tersebut adalah I Gusti Ngurah Askhara (Direktur Utama Garuda), Iwan Joeniarto (Direktur Teknik dan Layanan Garuda), Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha) dan Heri Akhyar (Direktur Capital Human).

Namun, hingga saat ini Erick baru menetapkan pencopotan jabatan terhadap Ari Askhara. Sedangkan, untuk Iwan Joeniarto, Mohammad Iqbal dan Heri Akhyar belum ditetapkan nasib kariernya di maskapai pelat merah tersebut.

3. 3 Direksi ini Diberhentikan Sementara

Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol mengatakan, seluruh Dewan Komisaris menyepakati untuk memberhentikan seluruh jajaran direksi yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelundupan tersebut. Hanya saja dirinya tidak merinci siapa saja Direksi yang diberhentikan.

Namun berdasarkan rapat yang hadir pada hari ini, hanya ada dua direksi yang hadir. Pertama adalah Plt Direktur Utama Fuad Rizal dan Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah.

"Akan memberhentikan sementara semua anggota direksi yang terindikasi terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kasus Harley Davidson. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya. PT Garuda Indonesia perusahaan Tbk seluruh governance akan kita ikuti dalam penetapannya," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Erick Thohir

4.Plt yang Ditunjuk akan Menggantikan Posisi Direksi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberhentikan sementara empat direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang diduga terlibat dalam penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton. Salah satunya adalah Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Komisaris Utama Sahala Lumban Gaol mengatakan, nantinya penunjukan Direksi baru ini nantinya akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPSLB ini akan dilakukan dalam waktu 45 hari kedepan setelah pengajuan surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jadi yang dilakukan sekarang pemberhentian sementara, RUPS dalam 45 hari setelah menyampaikan surat pemerintah ke OJK," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Rencananya surat pengajuan akan diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari Senin mendatang. Artinya jika dihitung 45 ke depan, maka RUPSLB akan diselenggarakan pada 22 Januari 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini