nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Gebrakan Erick Thohir Bersih-Bersih BUMN, Kini Giliran Bank Mandiri

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 12:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 09 320 2139642 9-gebrakan-erick-thohir-bersih-bersih-bumn-kini-giliran-bank-mandiri-YaffHoW1uB.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Mandiri hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), salah satunya mengangkat posisi Direktur Utama Bank Mandiri yang baru. Di mana posisi ini kosong, setelah Direktur Utama Bank Mandiri sebelumnya, yakni Kartika Wirjoatmadjo ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri BUMN Erick Thohir dikabarkan akan mengangkat Direktur Corporate Banking Royke Tumilaar menjadi Direktur Utama perseroan. Tak hanya itu, Erick juga membuat gebrakan lagi, dengan memasukan nama Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Periode 2013-2014 Muhammad Chatib Basri ke dalam jajaran komisaris Bank Mandiri.

Berikut gebrakan Erick Thohir dalam rangka memajukan BUMN, yang kini dia lakukan di Bank Mandiri, Senin (9/12/2019):

1. Chatib Basri Jadi Wakomut Bank Mandiri

"Saya bersyukur Pak Chatib Basri mau masuk dalam jajaran Komisaris Bank Mandiri, Mantan Menteri dengan reputasi yang sangat baik mau berkeringat ikut membenahi BUMN. Semoga menjadi sinyalemen positif bagi Bank Mandiri," ujar Erick Thohir.

Baca Juga: BUMN yang Sumbang Laba Cuma 15, Berikut Faktanya

Dengan masuknya Chatib dalam jajaran pimpinan Bank Mandiri ini, Erick berharap mampu meningkatkan kinerja Bank Mandiri secara nasional. "Serta menjadikannya sebagai pemain financial services yang disegani di Asia Tenggara," ungkap dia.

2. Erick juga Tetapkan Dirut Baru Bank Mandiri

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bahwa pihaknya akan menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama Bank Mandiri yang baru. Royke Tumilar menggantikan Kartika Wirjoatmodjo.

Erick Thohir

Penunjukan itu setelah PT Bank Mandiri Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (9/11/2019).

"Sudah siang ini. Pak Royke," kata Erick

3. Tujuan Erick Pilih Chatib Basri

Muhammad Chatib Basri mengungkapkan bahwa penunjukkan ini sebuah kehormatan buatnya. Pasalnya menjadi Wakil Komisaris Utama di bank sebesar Mandiri bukanlah hal yang mudah, ini sekaligus sebuah tantangan.

Baca Juga: Setelah Dirut, Erick Thohir Pecat 3 Direksi Garuda Indonesia

"Apalagi Pak Menteri meminta fungsi Komisaris saat ini betul-betul dijalankan dengan baik. Saya berharap kinerja Mandiri terus meningkat dan disegani dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi," pungkas dia.

4. Erick Dibantu 2 Wakil Menteri

Presiden Joko Widodo menunjuk dua wakil menteri (Wamen) untuk Kementerian Badan Usaha dan Milik Negara (BUMN). Kedua nama tersebut, Mantan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmadjo dan mantan Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, nantinya baik dirinya dengan Budi Gunadi akan ada pembagian tugasnnya masing-masing. Pasalnya, ada sekitar 143 perusahaan BUMN yang akan dikelola Kementerian BUMN.

5. Deputi BUMN Jadi 3

Erick Thohir memangkas jumlah eselon satu di Kementerian BUMN. Menurutnya hal tersebut sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni reformasi birokrasi yang harus berjalan.

"Kita harus jadi services BUMN. Maka itu kita ubah struktur. Di mana kita mengurangi jumlah deputi dari 7 menjadi 3," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya bersama dua Wakil Menteri BUMN saat ini sedang fokus kepada portofolio. "Nantinya tiga Deputi BUMN yang baru akan fokus ke hukum, SDM, dan juga keuangan. Sedangkan Sesmen BUMN juga akan administrator," ungkap dia.

6. Percepat Kinerja dengan 4 Staf Khusus Menteri

Empat orang Staf Khusus diangkat Menteri BUMN Erick Thohir. Yaitu Prof. Muhammad Ikhsan, Prof. Nanang Pamuji, Arya Sinulingga dan Anhar Adel.

Keempat Stafsus ini sudah melalui persetujuan Presiden dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Keempat Staf Khusus yang diangkat itu adalah akademisi dan profesional yang akan memberikan memberikan saran dan pertimbangan terkait hal-hal yang bukan merupakan bidang tugas unsur-unsur organisasi kementerian.

“Empat Staf Khusus yang diangkat ini, akan membantu saya secara profesional dan tentunya tidak akan tumpang tindih dengan jajaran pejabat atau pegawai yang sudah ada di Kementerian BUMN. Mereka malah akan membantu agar akselerasi yang kita lakukan dapat on the track dan sesuai target yang ditetapkan,” kata Erick

7. Rombak Direksi dan Komisaris Bank BTN

Menteri Erick Thohir mulai memetakan direksi dan komisari yang layak menduduki tempat di BUMN. Dia mulai dengan menaruh orang-orang terbaik di jajaran komisaris dan direksi Bank BTN.

Pemegang saham menyepakati untuk mengangkat Pahala N Mansury menjadi Direktur Utama BTN menggantikan Suprajarto yang mengundurkan diri.

Selain pengangkatan Pahala, pemegang saham juga menyetujui pencopotan empat direksi lainnya yakni Oni Febriarto dari jabatan Direktur Commercial Banking, Mahelan Prabantarikso dari jabatan Direktur Compliance, Dasuki Amsir dari jabatan Direktur Distribution & Network, serta Budi Satria dari jabatan Direktur Consumer Banking.

Selain itu, diputuskan mengangkat tiga direksi baru yakni Hirwandi Gafar menjadi Direktur Consumer dan Commercial Lending, Jasmin menjadi Direktur Distribution & Retail Funding, serta Setiyo Wibowo menjadi Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics.

Selain itu, pemegang saham juga meyepakati pengangkatan Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama BTN. Sebelumnya jabatn tersebut diisi oleh Asmawi.

8. Tunjuk Ahok Jadi Komut Pertamina

Ahok ditunjuk menjadi Komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng. Erick Thohir menjelaskan bahwa nantinya Ahok akan didampingi oleh Budi Sadikin yang akan ditempatkan sebagai Wakil Komut Pertamina.

Menurutnya, Ahok dinilai mampu mengatasi bagian terpenting dari Pertamina. Mantan bos Inter Milan ini juga menyatakan kalau Ahok adalah sosok pendobrak yang dibutuhkan.Dengan demikian, Erick merasa pede kalau nantinya Ahok mampu memenuhi target.

9. Pecat Dirut Garuda Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memecat Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Hal tersebut terkait temuan onderdil sepeda motor Harley Davidson secara ilegal di pesawat Garuda Indonesia.

"Saya memberhentikan saudara Dirut Garuda dan tentu proses dari pada publik akan dilanjutkan," ujarnya.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tersandung masalah saat kedatangan pesawat terbarunya. Pesawat Airbus A330-900 yang dijemput dari Prancis tersebut membawa onderdil sepeda motor Harley Davidson yang bea dan cukainya tidak jelas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini