nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Bakal "Pelototi" 142 Anak Perusahaan Pertamina

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 13 320 2141501 erick-thohir-bakal-pelototi-142-anak-perusahaan-pertamina-DBTlafgteo.jpg Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal meninjau kinerja seluruh anak usaha PT Pertamina. Dirinya baru mengetahui anak usaha Pertamina ternyata berjumlah 142 perusahaan.

Erick mengaku sudah meminta Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk melakukan pemetaan (mapping) terkait bisnis dari banyaknya anak perusahaan pelat merah tersebut.

Baca Juga: 62 Tahun Pertamina, Ahok: Tantangan Pasti Banyak

"Ternyata ada 142 anak perusahaan di Pertamina, ini saya minta untuk Komut dan Dirut lakukan mapping dan laporkan saat rapat di bulan Januari (2020)," katanya ditemui di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Erick menyatakan, pemetaan itu berkaitan dengan data lini bisnis yang dikerjakan oleh anak perusahaan, juga terkait kesehatan keuangannya.

"Karena saya juga enggak mau nanti ternyata di 142 anak perusahaan Pertamina itu hanya diisi oknum-oknum yang akhirnya menggerogoti Pertamina," kata dia.

Erick Thohir

Erick menambahkan, peninjauan pada banyaknya anak usaha Pertamina juga dimaksudkan untuk menghindari potensi rangkap jabatan oleh para direksi. Seperti halnya yang terjadi di PT Garuda Indonesia, lima eks direksi ternyata merangkap jabatan komisaris hingga di 8 anak perusahaan.

Lantaran menurutnya, secara etika tidak seharusnya seorang direksi rangkap jabatan komisaris di banyak perusahaan. Dia bilang, baiknya hanya menjadi komisaris di 2 anak perusahaan.

Selain itu, direksi yang rangkap jabatan sebagai komisaris, besaran gajinya sebagai komisaris tak bisa lebih tinggi dari gaji jabatannya sebagai direksi. Menurut perkiraan Erick, seharusnya gaji komisaris yang diterima sebesar 30% dari gaji sebagai direksi.

"Kalau enggak begitu ya semua berlomba-lomba jadi komisaris juga. Saya enggak mau suudzon sih, tapi bayangkan misalnya di Pertamina ada 142 anak perusahaan, tiba-tiba direksinya jadi komisaris di 142 perusahaan itu. Nah itu kan jadinya lucu-lucuan. Itu kita sikat, kita copot," katanya dia.

Erick Thohir

Erick pun mengaku akan melakukan peninjauan kembali terkait peraturan pembentukan anak hingga cicit perusahaan dan sistem rangkap jabatan di BUMN. Bila diperlukan, maka akan dibuat aturan baru terkait rangkap jabatan tersebut.

"Saya review dulu aturannya, kalau enggak kami buat aturannya. Karena menurut saya itu sesuatu yang tidak sehat, masak sudah jadi dirut masih jadi komisaris di banyak perusahaan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini