nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ari Askhara Jabat Komisaris di 6 Perusahaan, Hanya Demi Gaji?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 17:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 13 320 2141642 ari-askhara-jabat-komisaris-di-6-perusahaan-hanya-demi-gaji-oQuNViqIKI.jpg Eks Dirut Garuda Indonesia Ari Akshara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka suara terkait posisi Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara yang menduduki banyak sekali jabatan Komisaris di perusahaan anak cucu Garuda. Berdasarkan catatan, Ari Askhara menjabat Komisaris di enam perusahaan anak cucu Garuda.

Keenam perusahaan tersebut, yakni PT GMF AeroAsia Tbk ( anak usaha), PT Citilink Indonesia (anak usaha) PT Aerofood Indonesia (cucu usaha), PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu usaha) PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu usaha) dan PT Garuda Tauberes Indonesia (cucu usaha).

Baca Juga: Anak Cucu Garuda Indonesia Tak Produktif Segera Ditutup

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, banyaknya posisi Komisaris yang dijabat oleh Ari Askhara diduga bukan untuk melakukan pengawasan. Melainkan hanya sebagai mencari tambahan penghasilan saja.

Namun lanjut Arya, saat ini posisi Ari Askhara di Komisaris anak cucu perusahaan sudah dicopot. Karena menurutnya, terlalu memegang banyak jabatan Komisaris di anak cucu ini tidak maksimal v

“(Ari Askhara) sudah dicopot dari enam anak usaha sebagai komisaris. Itu kan artinya enggak maksimal. Ini (hanya) cari gaji aja kali ya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (13/12/2019)

 Baca Juga: Mahaka Dapat Proyek Rp300 Juta di Garuda, Stafsus Erick: Tidak Besar


Arya menjelaskan ke depannya Kementerian BUMN akan mengatur terkait Direksi yang menduduki banyak Komisaris di anak usaha. Aturan tersebut nantinya akan mengatur batas maksimal agar Direksi menjabat sebagai Komisaris.

“Kita akan kaji berapa (jumlah maksimalnya). Dulu mungkin alasannya direksi bisa awasi anak usaha, tapi enggak mungkin sampai banyak, nanti akan ditinjau jumlah anak usaha yang bisa ditempati,” ucap dia.

Menurut Arya, jika terlalu banyak memegang jabatan komisaris di anak usaha perusahaan BUMN membuat tugas dan fungsi pengawasan yang diamanahkan direksi tersebut menjadi terbengkalai. Apalagi Presiden Joko Widodo menginginkan agar perusahaan BUMN bisa menjadi pemain besar di kancah Internasional.

“Enggak mungkin bisa satu direktur sampai (jadi) komisaris di delapan anak perusahaan atau 10. Apalagi sekarang Pak Erick punya keinginan untuk memperkuat komisaris,” ucap Arya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini