nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahaka Ada Proyek dengan Garuda, Erick Thohir: Sah-Sah Saja

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 19:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 13 320 2141683 mahaka-ada-proyek-dengan-garuda-erick-thohir-sah-sah-saja-gWpxD2BTpb.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui adanya proyek kerjasama antara perusahaan yang didirikannya, PT Mahaka Media Tbk dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Menurutnya, kerjasama antar perusahaan media dengan BUMN merupakan hal yang biasa, di sisi lain itu dilakukan sesuai ketentuan.

"Perusahaan media itu kan sudah berjalan bahkan sebelum saya menjabat (sebagai Menteri BUMN), dan yang namanya perusahaan media enggak mungkin tidak ada kerjasama dengan BUMN atau pemerintah," jelas Erick ditemui di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Baca Juga: Anak Cucu Garuda Indonesia Tak Produktif Segera Ditutup

Menurutnya, kerjasama antara Mahaka dengan BUMN termasuk Garuda Indonesia sudah lama berjalan. Kalaupun ke depannya ada kerja sama atau proyek baru, selama tak menyalahi aturan yang berlaku maka bukan masalah.

Erick Thohir

"Nah terpenting, kerjasama itu sudah berjalan, dan kalau pun ada yang baru selama tidak salahi peraturan ya sah-sah saja," katanya.

Baca Juga: Erick Thohir Larang Sementara BUMN Dirikan Anak Usaha

Meski demikian, Erick menegaskan, bukan berarti dengan adanya kerjasama pihak BUMN dengan perusahaannya, maka akan mempengaruhi kebijakannya terkait perusahaan pelat merah tersebut. Menurut dia, proyek bernilai Rp300 juta dengan Garuda Indonesia itu tidak akan menghentikan upayanya untuk menindak direksi yang berkinerja buruk.

"Jangan dipikir begini, (oleh pejabat BUMN) gara-gara kasih pekerjaan di perusahaan saya, lalu ketika ada kasus-kasus yang tidak baik atau korupsi, oh itu jadi asuransi itu tidak di copot (dari jabatannya), ya makin saya copot," kata dia. 

Erick juga menekankan, tidak ada gunanya jika ada pihak-pihak yang berupaya untuk memanfaatkan kedekatan dengan dirinya untuk mendapatkan perlakukan khusus. "Memanfaatkan untuk kedekatan pada saya itu tidak berguna. Seperti yang sudah saya bicara sebelumnya, yang penting kerja baik," kata dia.

Seperti diketahui, Erick memutuskan untuk mencopot lima direksi Garuda Indonesia yang terlibat dalam penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson. Kelimanya yakni Direktur Utama Ari Askhara, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Lalu Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, serta Direktur Human Capital Heri Akhyar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini