nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Negara Paling Prospektif untuk Fintech Pembiayaan Mikro

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 08:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 16 320 2142487 5-negara-paling-prospektif-untuk-fintech-pembiayaan-mikro-yyfr7c4jfS.jpg Ilustrasi Fintech. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Layanan keuangan berkembang pesat di Asia Selatan dan Tenggara. Negara-negara ini masih banyak memiliki warga di bawah garis kemiskinan yang kesulitan mendapatkan pinjaman. Situasi ini menjadi ladaang subur bagi pembiayaan mikro fintech.

Sebenarnya, perusahaan keuangan mampu mengucurkan pembiayaan, tapi sampai batas tertentu. Oleh karena itu masih terdapat ruang yang luas untuk menyalurkan pembiayaan mikro secara online.

Baca Juga: Viral Kado Pernikahan Pakai Dompet Digital, Netizen: Cashback-nya Gede?

Berdasarkan studi Robocash, platform fintech, terdapat 5 negara di Asia Selatan dan Tenggara yang memiliki prospek fintech pembiayaan online dalam hal pembiayaan mikro. Melansir Entrepreneur, Selasa (17/12/2019), berikut ini 5 Negara tersebut.

5. Vietnam

Dengan 66% orang yang tinggal di pedesaan, hanya sepertiga dari populasi memiliki akses ke produk kredit.

Fintech

PDB diperkirakan meningkat 6,6% pada tahun 2020, menghadirkan banyak peluang bagi perusahaan fintech.Tetapi, Vietnam membutuhkan beberapa perombakan peraturan dalam hal perizinan perusahaan dan pengendalian laporan keuangan.

4. Myanmar

Myanmar memiliki banyak orang di bawah garis kemiskinan, dan karenanya permintaan akan kredit cukup tinggi.

Baca Juga: Satgas Waspada Investasi Temukan 125 Fintech Ilegal, Ini Daftarnya

Namun, peraturan pemerintah yang ketat untuk menyingkirkan kreditor ilegal telah mengurangi daya tarik negara itu kepada perusahaan asing.

3. Filipina

Filipina memiliki pasar pinjaman jangka pendek yang sudah mapan, jadi lebih mudah melakukannya. Biasanya mereka memiliki utang yang rendah.

Pemerintah Filipina terbuka untuk inovasi, dan mendorong digitalisasi layanan keuangan.

Filipina memiliki beberapa perusahaan fintech buatan sendiri, seperti Cropital yang membantu petani mendapatkan akses ke pembiayaan murah, platform crowdfending FundKO, dan perusahaan pembayaran online, Jazzypay, yang didukung oleh Rakuten, di antara beberapa lainnya.

2. India

Sebagian besar penduduk lokal India sudah memiliki akses ke produk kredit di perbankan. Namun, jutaan orang masih belum mendapatkannya.

Pasar juga memiliki sejumlah kecil perusahaan asing, dan perusahaan rintisan China masih belum memasuki India, sehingga ada ruang industri ini lebih banyak.

1. Laos

Potensi di Laos sangat tinggi. Sikap positif penduduk lokal dan pemerintah terhadap pinjaman online jangka pendek, sangat potensial.

Undang-undang yang kurang berkembang dan tidak adanya lembaga keuangan seperti biro kredit, mendorong perusahaan asing lebih leluasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini