nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Realisasi Penerimaan Tinggi, Menkeu Minta Bea Cukai Jangan 'Kendor'

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 16:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 20 20 2144302 realisasi-penerimaan-tinggi-menkeu-minta-bea-cukai-jangan-kendor-kMkdzc2MKd.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) Kementerian Keuangan tetap memperhatikan kinerja penerimaan, meski realisasinya hingga akhir November 2019 sudah tinggi. Hal ini mengingat banyaknya serbuan barang-barang impor ke dalam negeri, terlebih yang ilegal.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani meminta Ditjen Bea Cukai bisa lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya barang-barang impor ke Tanah Air. Dia bilang, hal ini menjadi arahan khusus yang diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 Baca juga: Menhub Tambah Pasukan Berantas Penyelundupan Barang Ilegal

"Tingkatkan kewaspadaan jelang akhir tahun. Kalau lihat dari sisi penerimaan negara, Bea Cukai memang telah tinggi di 2019, namun untuk bea masuk dan keluar (kontraksi) menggambarkan tatanan ekonomi kita, karena ekspor dan impor sama-sama melemah, terlebih di sisi lain dihadapkan pada serbuan barang impor ilegal," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

 barang ilegal

Dia menyatakan, perkembangan ekonomi saat ini membuat kemudahan produk-produk dari luar negeri masuk ke Indonesia, baik imbas dari perang dagang maupun kemajuan teknologi. Maka diperlukan kewaspadaan untuk menjaga perekonomian dalam negeri tetap kompetitif.

 Baca juga: Bea Cukai Beri Peringatan Keras Para Penyelundup Barang Mewah

Dirinya pun membeberkan, salah satu gempuran barang-barang impor yang saat ini terjadi adalah produk tekstil. Sehingga, lanjutnya, dapat membuat tekanan pada industri tekstil di dalam negeri.

"Oleh karena itu saya minta ke semua pejabat untuk benar-benar mewaspadai. Apakah yang masuk impor ini benar-benar legitimate dari sisi proses, dari sisi pajak yang harus dibayarkan dan dari sisi kemampuan dari masyarakat atau industri kita untuk berkompetisi secara fair dengan barang-barang yang berasal dari luar," jelas dia.

Sekedar diketahui, Kemenkeu mencatatkan kinerja penerimaan Bea Cukai mencapai Rp176,2triliun hingga akhir November, atau 84,4% dari target di APBN yang sebesar Rp208,8 triliun. Realisasi ini juga tercatat tumbuh 8,9% dari periode di tahun lalu yang sebesar Rp164,9 triliun.

 Baca juga: Penyelundupan Mobil Mewah Pakai Laporan Batu Bata, Menhub: Modus Licik

Secara rinci, penerimaan dari cukai sebesar Rp139,5 triliun, yang tercatat tumbuh 13,1% dari realisasi tahun lalu. Sedangkan dari bea masuk sebesar Rp33,6 triliun yang tumbuh terkontraksi -5% dan bea keluar sebesar Rp3,2 triliun yang pertumbuhannya terkontraksi dalam -48,5%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini