nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa yang Dilakukan Jokowi untuk Tingkatkan Kualitas Ekonomi RI 2020?

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 18:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 20 20 2144393 apa-yang-dilakukan-jokowi-untuk-tingkatkan-kualitas-ekonomi-ri-2020-Qnd8oY8MWW.jpg Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Pemerintah telah merancang tiga strategi utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di tahun 2020.

Baca Juga: Moody's Prediksi Ekonomi RI hingga 2021 Tak Tembus 5%

Pertama penguatan neraca perdagangan. Kedua penguatan permintaan domestik dan ketiga transformasi struktural.

"Selain merawat fundamental ekonomi agar tetap sehat, kami (Pemerintah), juga akan menjaga sentimen. Dasar ekonomi adalah dua hal itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbincang dengan awak media tentang outlook perekonomian dan strategi kebijakan Pemerintah di tahun 2020, Jumat (20/12/2019).

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bakal Membaik di Tahun Depan?

Airlangga menuturkan, mengenai penguatan neraca perdagangan, Pemerintah fokus pada peningkatan ekspor melalui pengembangan hortikultura berorientasi ekspor dan percepatan perundingan internasional.

"Selain itu, kami juga berkomitmen mengurangi ketergantungan impor melalui sinergi BUMN dalam percepatan mandatori B30, restrukturisasi TPI/TPPI, dan pengembangan usaha gasifikasi batu bara," ungkap dia.

 Menko Airlangga

Sementara itu, lanjut dia dari sisi penguatan permintaan domestik, Pemerintah akan meningkatkan konsumsi masyarakat melalui kebijakan KUR, penerapan Kartu Prakerja, dan kemudahan Sertifikasi Halal utuk UMK.

Kemudian untuk meningkatkan konsumsi pemerintah akan dicapai dengan percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi daerah.

"Lalu yang terpenting adalah peningkatan investasi. Kita akan mengejarnya dengan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, perbaikan ekosistem ketenagakerjaan, percepatan penyelesaian dan penetapan RT/RW dan RDTR Kabupaten/Kota, serta percepatan pelaksanaan pengadaan tanah," kata dia.

Adapun untuk transformasi struktural dilakukan melalui revitalisasi industri pengolahan, transformasi sektor jasa, transformasi pertanian, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, dan hilirisasi pertambangan.

"Program quick wins terkait ini antara lain pengembangan litbang industri farmasi, pengembangan usaha dan riset green energy serta katalis, kemitraan pertanian berbasis teknologi, pengembangan asuransi pertanian, pengembangan kawasan Batam, Bintan, Karimun dan Tanjung Pinang," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini