nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Cetak Rekor di Tengah Meredanya Kekhawatiran Konflik Iran-AS

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 07:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 10 278 2151325 wall-street-cetak-rekor-di-tengah-meredanya-kekhawatiran-konflik-iran-as-OwMvlEN5j8.jpg Wall Street (Reuters)

NEW YORK - Wall Street mencatat rekor tertinggi pada perdagangab Kamis (9/1/2020) waktu setempat. Kenaikan tersebut dikarenakan optimisme tentang kesepakatan perdagangan AS-China menguat dan ketika Apple dan emiten kelas berat lainnya membukukan keuntungan yang kuat.

Selain itu sentimen positif tersebut membantu pasar meredakan kekhawatiran atas ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menahan diri untuk tidak memerintahkan lebih banyak aksi militer, dan menteri luar negeri Iran mengatakan serangan rudal di pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan AS telah "menyimpulkan" respons Teheran.

 Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Panasnya Iran-AS

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (10/1/2020), Dow Jones naik 211,81 poin atau 0,74% menjadi 28.956,9, sedangkan S&P 500 naik 21,65 poin atau 0,67% menjadi 3.274,7. Sementara itu, Nasdaq Composite menambahkan 74,18 poin atau 0,81% menjadi 9.203,43.

 Wall Street

Saham Apple Inc (AAPL.O) naik 2,1% ditopang akan penjualanniPhone yang melonjak lebih dari 18% di China pada bulan Desember. Serta, target kenaikan harga oleh Jefferies dengan harapan hasil akhir yang kuat hingga 2019.

 Baca juga: Investor Hati-Hati, Wall Street Ditutup Melemah

S&P 500 sektor Teknologi naik 1,1% memimpin penguatan di seluruh sektor-sektor penopang Wall Street. Sektor keuangan berakhir naik 0,77% setelah komentar broker pialang tentang Citigroup Inc (C.N) dan Goldman Sachs Group Inc (GS.N) menjelang laba mereka minggu depan.

Mengenai sentimen positif perang dagang, Kementerian Perdagangan China mengatakan Wakil Perdana Menteri Liu He akan menandatangani kesepakatan Fase 1 di Washington minggu depan. Trump mengatakan pemerintahannya akan mulai merundingkan perjanjian perdagangan Fase 2 segera tetapi ia mungkin akan menunggu untuk menyelesaikan perjanjian apa pun sampai setelah pemilihan presiden November.

 Baca juga: Wall Street Dibuka Anjlok hingga 1%

"Beberapa hal yang mengkhawatirkan pasar telah didorong ke sisi meja," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

Investor telah memantau dengan ketat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah pembunuhan seorang jenderal top AS di AS minggu lalu dan tindakan pembalasan Iran minggu ini.

Di antara penurunan hari ini adalah operator department store Kohl's Corp (KSS.N), yang turun 6,5% setelah melaporkan penjualan musim liburan yang lebih rendah dan peringatan pendapatan setahun penuh datang di bagian bawah perkiraan yang sudah diturunkan. Saingan kecil J.C. Penney Co Inc (JCP.N) anjlok 10,8% setelah angka penjualan di toko yang sama mengecewakan.

Dengan musim pendapatan kuartal keempat dimulai minggu depan, analis memperkirakan laba untuk perusahaan S&P 500 turun 0,6% dalam penurunan kuartal kedua berturut-turut, menurut data IBES dari Refinitiv.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini