nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenhub Gerak Cepat Atasi Banjir yang Ganggu Penerbangan Bandara di Samarinda

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 17:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 11 320 2151795 kemenhub-gerak-cepat-atasi-banjir-ganggu-penerbangan-bandara-di-samarinda-0doLq2d8Yu.jpg Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti memastikan telah menangani gangguan operasional penerbangan akibat hujan deras disertai banjir di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda. Hujan yang mengguyur wilayah Samarinda sejak Jumat 10 Januari kemarin hingga Sabtu ini telah mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Samarinda. Salah satunya melumpuhkan akses menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto.

Polana mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus memantau situasi terkini di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda. Dirinya juga memastikan, penanganan terhadap gangguan operasional penerbangan di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto akan dilakukan secara tepat dan cepat.

 Baca juga: Proyek Bendungan Karian Pengendali Banjir di Lebak Selesai Maret 2021

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak bandara, maskapai penerbangan dan juga stakeholder terkait melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII untuk menangani masalah gangguan operasional penerbangan secara tepat, cepat dengan tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan penerbangan ” kata Polana dalam keterangannya, Sabtu (11/1/2020).

Sementara itu, guna mengantisipasi keterlambatan, Kepala UPBU APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi mengatakan, pihaknya juga menyediakan angkutan untuk menjemput penumpang ke bandara.

 Baca juga: Menteri PUPR: Selama Cuaca Ekstrem Seluruh Balai di Indonesia Harus Siaga

"Kami menyiapkan bus di titik aman banjir setelah Lempake dengan kapasitas 25 seat (tempat duduk). Mohon diinfokan kepada calon penumpang," jelas Dodi.

Dodi berharap, penumpang tak terjebak lama di titik banjir, Mengingat ada beberapa akses menuju bandara terendam banjir, seperti simpang Alaya, dan simpang Mugi Rejo.

 Baca juga: Terungkap 10 Penyebab Banjir Tahun Baru, dari Limpasan Air Sungai hingga Sampah

"Kami berharap para penumpang dapat datang tepat waktu untuk dapat menghindari banjir," harapnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: SE 15 Tahun 2019 yang secara khusus mengatur pelaksanaan penerbangan pada keadaan kahar (Force Majure).

Isinya adalah meminta kepada maskapai untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, menyusun dan melaksanakan prosedur rencana kontigensi penerbangan dan pelayanan penumpang dalam kondisi kahar sekurang kurangnya memuat ketentuan yang memudahkan penumpang untuk menyusun ulang rencana perjalanan diantaranya reschedule, reroute ataupun pemindahan ke penerbangan badan usaha angkutan udara lainnya, dan memudahkan pengembalian uang tiket (refund) sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Maskapai juga diminta untuk berkoordinasi dengan pihak penyelenggara bandar udara dalam hal penyediaan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang, dan menyampaikan informasi kepada penumpang angkutan udara yang benar dan jelas mengenai alasan keterlambatan penerbangan, perubahan jadwal penerbangan, pembatalan penerbangan, dan kepastian keberangkatan melalui media informasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini