nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Dampak Naiknya Iuran BPJS Kesehatan, 300 Ribu Peserta Langsung Turun Kelas

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 09:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 12 320 2151970 sederet-dampak-naiknya-iuran-bpjs-kesehatan-300-ribu-peserta-langsung-turun-kelas-eXSkrz26Bo.jpg BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone.com)

5. BPJS  Lunasi Utang Dalam Waktu Dekat

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebut akan melunasi seluruh utang rumah sakit dalam waktu dekat. Di mana berdasarkan data, BPJS Kesehatan menanggung utang jatuh tempo senilai Rp14 triliun per Desember 2019.

"Sesuai dengan proses yang selama ini berlangsung, mudah-mudahan tiga bulan ini kita bisa bayar utang jatuh tempo 2019," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Senin (6/1/2020).

6. BPJS Membayar Utangnya dari Kenaikan Iuran BPJS

Dia menjelaskan pihaknya akan membayar sisa utang jatuh tempo 2019 yang masih menjadi tunggakan itu, melalui uang kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan seluruh segmen.

"Sedangkan untuk biaya operasional, kami akan menggunakan pembiayaan rantai pasokan. Jadi, walau akan digunakan untuk membayar utang, kami masih ada mekanisme supply chain financing (pembiayaan rantai pasokan) yang ketersediaan uangnya (cukup) memenuhi untuk tutup kebutuhan," ungkap dia.

7. Kemenkeu Membantu BPJS Membayar Utangnya

Seperti diketahui, utang jatuh tempo BPJS Kesehatan yang ditanggung selama 2019 ini sebagian telah ditopang oleh dana pembayaran iuran kenaikan peserta penerima iuran bantuan (PBI) melalui dana talangan yang dikucurkan Kementerian Keuangan.

Dana itu dikeluarkan Kemenkeu dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada 2 November 2019 sebesar Rp 9,1 triliun dan tahap kedua pada 29 November sebesar Rp 3,37 triliun.

8. Kenaikan Iuran BPJS akan Membuat Program JKN Berjalan Baik Selama Beberapa Tahun

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memastikan kenaikan iuran premi asuransi untuk seluruh segmen akan menyehatkan kinerja keuangan badan.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, kenaikan itu membuat program jaminan kesehatan nasional (JKN) akan mampu bertahan hingga 3-4 tahun ke depan

"Jadi, sampai 3-4 tahun ke depan akan sustain, rumah sakit dapat melayani pasien lebih baik lagi. Kemudian tidak kesulitan cashflow dan lainnya," ujar dia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Jakarta, Senin (6/1/2020)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini