nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rawan Banjir, Kemenkeu Sudah Asuransikan Sejumlah Aset Negara

Irene, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 13:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 13 20 2152286 rawan-banjir-kemenkeu-sudah-asuransikan-sejumlah-aset-negara-pA6sjJuvLX.jpg Mobil Kebanjiran (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Banjir yang terjadi pada 1 Januari 2020 lalu mengakibatkan beberapa Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalami kerusakan. Hal ini membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terhambat.

Melansir kemenkeu.go.id, Senin (13/1/2020), pada 31 Desember 2019 lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan langkah antisipasi bencana banjir ini dengan menandatangani perpanjangan asuransi bencana.

Baca juga: Proyek Bendungan Karian Pengendali Banjir di Lebak Selesai Maret 2021

Penandatanganan ini membuat Kemenkeu dapat mengklaim kerusakan yang terjadi akibat bencana banjir di tahun 2020 dan dapat segera diproses di tahun yang sama. Asuransi bencana ini diharapkan mempercepat proses recovery pelayanan kepada masyarakat.

"Tanggal 31 Desember 2019 kami sudah teken cover note. Besoknya, subuhnya, kejadian banjir. Jadi, kejadian tanggal 1 (Januari 2020), subuh, bencana banjir, akhirnya kita bisa melakukan klaim. Untuk tahun 2020 ini, karena cover note sudah ditandatangan, walaupun belum bayar (premi) kita sudah bisa klaim asuransinya," jelas Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Encep Sudarwan, seperti dikutip Okezone (13/1/2020)

Bak Tsunami, Kondisi Perumahan Pondok Gede Permai usai Banjir 

Sementara itu, terdapat 5 gedung BMN Kemenkeu yang terdampak banjir, antara lain kantor Pelayanan Pajak (KPP) Cibitung yang nilai pertanggungannya mencapai Rp8,4 miliar, KPP Cibinong Rp6,3 miliar, KPP Bekasi Utara Rp1,5 miliar, KPP Bekasi Selatan Rp24,9 miliar, dan Balai Laboratorium Bea dan Cukai Tipe A, Jakarta Rp9,5 miliar. Sehingga total nilai pertanggungan total loss mencapai Rp50,67 miliar.

Total nilai pertanggungan selanjutnya akan dinilai oleh loss adjuster, yang mana adalah perusahaan pihak ke-3 atas nama asuransi, yang menilai proporsi kerugian dengan membandingkan cakupan kontrak polis antara konsorsium asuransi bencana dan Kemenkeu.

Saat ini Kemenkeu baru dapat mengasuransikan gedung BMN, selanjutnya secara bertahap Kemenkeu akan mengasuransikan aset negara lainnya seperti mobil sebagai aktiva tetap.

Bak Tsunami, Kondisi Perumahan Pondok Gede Permai usai Banjir

Tidak hanya itu, di tahun 2020 Kemenkeu akan mengasuransikan BMN pada 9 Kementerian/Lembaga selain Kemenkeu antara lain Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK), Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Informasi dan Geospasial (BIG), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini