nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Manajer Investasi Pertama Melantai di BEI, Saham AMOR Auto Reject

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 10:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 14 278 2152624 jadi-manajer-investasi-pertama-melantai-di-bei-saham-amor-auto-reject-VUFSJQ06tz.jpg Ashmore Listing di BEI (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini.

Emiten berkode saham Amor itu menjadi emiten ke-5 yang pada tahun ini, sekaligus menjadi manajer investasi pertama yang melantai di BEI.

Baca Juga: Tamu Baru BEI, Ashmore Asset Management Melantai Pagi Ini

Melalui skema penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan melepas sebanyak-banyaknya 111,111 juta unit saham ke publik. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp1.900 per saham, sehingga lewat aksi korporasi ini perseroan dapat meraup dana segar sebesar Rp211,11 miliar.

Pada pembukaan perdagangan, saham AMOR naik 470 poin ke level Rp2.370 per lembar dari harga IPO, atau mengalami kenaikan 24,74%. Saham AMOR ditransaksikan sebanyak 13 kali dengan volume sebanyak 211 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp50,26 juta.

Namun selang dua menit, saham terus bergerak melejit mencapai 50% yakni ke level Rp2.850 per lembar. Saham AMOR ditransaksikan 101 kali dengan volume sebanyak 2.308 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp635,04 juta.

Baca Juga: Royalindo Investa Wijaya Bakal Melantai di BEI Hari Ini

Dengan demikian, saham AMOR langsung terkena penolakan otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS), karena kenaikan harga saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO.

Dalam ketentuan perdagangan perdana saham yang baru dicatatkan dapat terkena auto rejection jika naik atau turun berlaku dua kali lipatnya. Terdiri dari sebesar 70% untuk harga saham Rp50-Rp200, 50% untuk harga saham Rp200-Rp5.000, dan 40% untuk harga saham di atas Rp5.000.

"Terimakasih untuk semua pihak yang mendukung kami hingga bisa melantai di BEI. Kami menjadi perusahaan asset manajemen pertama yang catatkan saham perdana di Indonesia," ujar Direktur Ashmore Arief Chayadi Wana dalam pembukaan perdagangan di BEI, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

 Ashmore

Ashmore rencanannya akan menggunakan dana hasil IPO, sebesar Rp200 miliar untuk kebutuhan pengembangan infrastruktur demi menunjang kegiatan operasional perseroan. Kemudian, sisa dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat sumber dana dalam rangka pembentukan produk baru.

Adapun perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas untuk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO tersebut.

Sekadar diketahui, Ashmore merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa manajemen dan penasihat investasi, sekaligus merupakan anak usaha dari Ashmore Investment Management Limited yang berasal dari Inggris.

Setelah IPO, struktur kepemilikan saham mayoritas tetap berada di Ashmore Investment Management Limited, namun terjadi perubahan menjadi sebesar 60,04% dari sebelumnya sebesar 66,71%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini