nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinggalkan Starbucks, Wanita Ini Berhasil Dirikan Perusahaan Jutaan Dolar AS

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 14:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 14 320 2152738 tinggalkan-starbucks-wanita-ini-berhasil-dirikan-perusahaan-jutaan-dolar-as-gNv6em4qaO.jpg Tinggalkan Starbucks, Wanita Ini Dirikan Perusahaan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bekerja setelah lulus dari perguruan tinggi merupakan idaman hampir semua orang. Dengan langsung bekerja, maka hilanglah cap 'pengangguran'.

Salah satunya Vicky Tsai yang merupakan lulusan Harvard Business School. Kisah Vicky Tsai bisa menjadi inspirasi bagi seluruh orang.

Baca Juga: Kisah Mantan Tunawisma yang Bangun Kerajaan Bisnis Sneakers

Kini Vicky Tsai merupakan founder dan CEO Tatcha. Sebelum menjadi orang sukses, Vicky Tsai ternyata pernah bekerja di Starbucks di China setelah seminggu lulus kuliah.

Saat bekerja di Starbucks, Vicky membuat kopi, mencuci piring, dan membuang sampah. Bahkan, pada Selasa pukul 04.00 pagi selalu menyiapkan meja dan membuka gerai.

Pengalaman di tahun 2006 dengan bekerja di Starbucks adalah bagian dari pekerjaan korporat pertamanya di luar sekolah pascasarjana.

"Orang-orang korporat di Starbucks pada saat itu diizinkan di telepon," kenang Tsai tentang pekerjaan yang dia jalankan seperti dilansir CNBC, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: Pekerjaan Sambilan Elon Musk di Usia 17 Tahun Sebelum Jadi Miliarder

“Sangat, sangat menegangkan untuk membuat kopi untuk orang-orang ketika Anda tidak tahu caranya, mereka menjadi marah! Jadi mereka membiarkan Anda menghabiskan waktu di telepon, tetapi kebanyakan Anda membuang sampah dan mencuci piring.

"Saya menghabiskan sebagian besar hari saya baik pelanggan yang mengecewakan atau mencuci piring," Tsai menambahkan.

Akan tetapi, pengalamannya dalam melayani pelanggan di Starbucks langsung terbayarkan enam bulan kemudian ketika Tsai mendirikan dan menjalankan strategi raksasa kopi untuk meluncurkan produk konsumen di China, termasuk memperkenalkan Frapuccino dalam kemasan untuk Olimpiade Beijing tahun 2018. Sekarang di China sudah memiliki 4.100 cabang Starbucks yang tersebar di 168 kota.

"Saya bisa memahami pengalaman para barista tentang apa yang membangkitkan semangat mereka, apa yang tidak akan berhasil bagi mereka," kata Vicky Tsai.

Tsai belajar banyak dari Starbucks ketika mendirikan perusahaan perawatan kulit yang bernama Tatcha pada 2009. Merek perawatan kulit ini digemari oleh Kim Kardashian dan Meghan Markle berhasil meraup penjualan USD70 juta pada 2018.

Sementara itu, menurut laporan Bloomberg, Tatcha diakuisisi oleh Unilever sebesar USD500 juta pada 2019. Namun, mereka menolak untuk berkomentar.

"Sampai hari ini, saya meminta semua orang yang bekerja di perusahaan kami mulai di gudang kami," kata Tsai.

Baru-baru ini Tsai memperkerjakan CEO baru, chief operating officer dan direktur kreatif, yang menghabiskan beberapa hari pertama mereka dengan tim layanan pelanggan Tatcha dan di gudang tempat pesanan dikemas dan dikirim.

Semakin dekat kamu dengan klien, semakin memaham apa yang berhasil dan tidak. "Begitu kamu terlalu jauh dari klien, kamu mulai membuat kesalahan," tambah Tsai.

Dalam menjalankan bisnisnya ini, Vicky Tsai menggunakan sistem digital guna mengetahui kritik dan saran dari pelanggannya.

"Saya sebagian besar tidak lagi menggunakan email, tetapi saya mendapatkan semua yang masuk ke info@tatcha.com difilter ke dalam folder yang akan saya baca setiap pertanyaan, saran keluhan, pujian. Aku membacanya 24/7," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini