Heboh Investasi Bodong MeMiles, Kenapa Masyarakat Mudah Tertipu?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 320 2152800 heboh-investasi-bodong-memiles-kenapa-masyarakat-mudah-tertipu-22AZ6aQuB9.jpg Kenapa Masyarakat Mudah Tertipu? (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Investasi ilegal alias bodong masih saja menjadi persoalan di Indonesia. Masyarakat mudah sekali tergiur oleh iming-iming keuntungan besar yang ditawarkan oleh para pelaku, tanpa mengindahkan risiko kerugian yang harus ditanggung.

Baca Juga: Dianggap Menguntungkan, Sejumlah Anggota Minta Aplikasi Memiles Kembali Dibuka

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menyatakan, ada dua hal yang menyebabkan masyarakat kini semakin mudah mengakses bahkan terlibat dalam investasi bodong. Pertama adalah kemajuan teknologi yang pesat.

Dia menjelaskan, teknologi masa kini membuat masyarakat sangat mudah mendapatkan informasi dan tawaran dari investasi bodong. Terlebih investasi bodong mulai merambah melalui website dan aplikasi, seperti yang dilakukan Memiles yang berkedok jasa penyedia iklan digital.

Baca Juga: Ini Cara Kerja Investasi Bodong Memiles yang Janjikan Mobil Pajero

"Jadi kemajuan teknologi informasi digunakan oleh orang-orang yang tidak bertangggung jawab untuk melakukan kegiatannya. Jadi kegiatan-kegiatan ini tidak terlepas dari penggunaan teknologi informasi," jelas Tongam kepada Okezone, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Jika teknologi mampu berkembang pesat, sayangnya tidak untuk literasi masyarakat terkait investasi. Masih banyak masyarakat yang tak paham soal investasi bodong, dan ini menjadi penyebab kedua setelah teknologi.

Tongam mengatakan, perlu adanya peningkatan literasi pada masyarakat, agar tak lagi mudah tergiur oleh iming-iming menyesatkan dari investasi bodong. Dia bilang, hal ini juga yang terus dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi sebagai langkah mitigasi.

"Jadi perlu bagaimana masyarakat kita memahami ciri-ciri investasi ilegal, pemahaman ini perlu ditingkatkan terus supaya enggak salah investasi," katanya.

Menurutnya, ciri-ciri investasi bodong diantaranya tak terdaftar atau tak memiliki izin dari otoritas terkait sesuai dengan kegiatan usahanya. Sekalipun memiliki izin, tetapi kegiatannya tak sesuai dengan izin yang diterbitkan.

Kemudian, investasi bodong juga selalu memberikan iming-iming keuntungan atau imbal hasil sangat tinggi dalam waktu cepat dan tanpa risiko. Hal ini tentu tidak tepat.

Tongam pun berharap, dengan mengetahui ciri-ciri dari investasi bodong, masyarakat bisa semakin waspada pada tawaran investasi yang tidak rasional. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk menghentikan investasi bodong berkembang.

"Peran serta masyarakat untuk berantas ini sangat diharapkan, yakni dengan tidak pernah mengakses investasi-investasi ilegal itu," katanya.

Kemudian, investasi bodong juga selalu memberikan iming-iming keuntungan atau imbal hasil sangat tinggi dalam waktu cepat dan tanpa risiko. Hal ini tentu tidak tepat.

Tongam pun berharap, dengan mengetahui ciri-ciri dari investasi bodong, masyarakat bisa semakin waspada pada tawaran investasi yang tidak rasional. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk menghentikan investasi bodong berkembang.

"Peran serta masyarakat untuk berantas ini sangat diharapkan, yakni dengan tidak pernah mengakses investasi-investasi ilegal itu," katanya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini