nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Profil Benny Tjokrosaputro yang Ditangkap Kejagung karena Kasus Jiwasraya

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 19:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 14 320 2152878 profil-benny-tjokrosaputro-yang-ditangkap-kejagung-karena-kasus-jiwasraya-DwzAvEvkjh.jpg Penahanan (Okezone)

JAKARTA - Nama Benny Tjokrosaputro mendadak menjadi bahan perbincangan. Namanya, mulai disebut dalam sejumlah kasus, mulai kasus Jiwasraya, Asabri hingga penghimpunan dana yang dilakukan perusahaannya, PT Hanson International Tbk (MYRX).

Terkait kasus Jiwasraya yang disebut merugikan negara Rp13,7 triliun, Benny telah ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

 Baca juga: Benny Tjokro Ditahan Kejagung, Erick Thohir: Apresiasi Kerja Cepat dan Responsif

Proses hukum itu dilakukan diduga terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya.

Korupsi

Usai pemeriksaan hari ini, Selasa (14/1/2020), Benny keluar dari Kantor Jampidsus Kejaksaan Agung dengan menggunakan baju tahanan khas Kejagung. Benny pun dijemput oleh kendaraan Satgasus Kejagung.

 Baca juga: Sri Mulyani-DPR Bakal Rapat Bareng Bahas Kemelut Jiwasraya dan Asabri

Benny Tjokro atau Ben-Tjok, begitu dia biasa dikenal, merupakan pemilik PT Hanson International. Data Bursa Efek Indonesia (BEI), dia memiliki sebanyak 3,68 miliar lembar saham Hanson, setara dengan 4,25%.

Selain Benny, saham Hanson dimiliki oleh Asabri sebanyak 5,4% dan masyarakat sebanyak 90,35%.

 Baca juga: Sri Mulyani-Erick Thohir Siap Blakblakan soal Kasus Jiwasraya dan Asabri

Hanson International tercatat di bursa efek pada 31 Oktober 1990. Bidang usaha utama perusahaan ini adalah investasi. Sementara sektor usahanya adalah properti, real estat dan konstruksi gedung.

Benny pun menjabat sebagai direktur utama di Hanson International. Pada 2018, dia masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia. Menurut data Forbes, saat itu, dia mengantongi kekayaan sebesar USD670 juta atau Rp9,2 triliun (kurs Rp13.700 per USD).

Pelaku pasar saham tentunya tidak akan asing dengan nama Benny Tjokro ini. Dia merupakan pemain kawakan di pasar saham. Benny memang sudah berinvestasi di pasar saham sejak berusia 19 tahun, kini usianya sekira 52 tahun.

Benny merupakan cucu dari founder Batik Keris, Kason Tjokrosaputro. Saudaranya, Teddy merupakan direktur utama PT Rimo International Tbk.

Pada 2013, Benny ikut berpartisipasi dalam program Dr Tahir-Bill Gates untuk Indonesia Health Fund. Dia menyumbang sekira USD5 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini