nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Ibu Kota Baru, UEA Pakai Konsep Dana Abadi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 10:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 14 470 2152636 bangun-ibu-kota-baru-uea-pakai-konsep-dana-abadi-rqoFvl3uKA.png Abu Dhabi Bentuk Dana Abadi (Foto: Instagram)

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk membentuk dana abadi atau Sovereign Welth Fund (SWF) bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA). Rencananya, pembentukan dana abadi dengan Uni Emirat Arab (UEA) ini akan difinalisasi pada akhir bulan ini di Tokyo.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pembentukan dana abadi ini diperuntukan untuk pembangunan ibu kota baru. Oleh karena itu, dirinya berharap agar finalisasi pembentukan dana abadi ini bisa dipercepat.

"Kami melibatkan ahli hukum karena kami berencana membuat UUnya, dana ini kan melibatkan dana dari luar negeri, auditnya pun akan dilakukan dilakukan badan yang kredibel, auditor internasional yang independen mungkin akan dilibatkan sehingga tidak merusak kepercayaan para pemilik dana," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (14/1/2020)

Baca Juga: Putra Mahkota UEA Jadi Dewan Pengarah Ibu Kota Baru

Menurut Luhut, UEA sendiri sudah cukup berpangalaman dalam mengelolan dana abadi. Dana abadi di beberapa negara seperti Mesir dan India bahkan terbilang cukup sukses setelah dikelola oleh UEA.

"UEA sudah berpengalaman mengelola SWF di negara lain, seperti Mesir dan India sehingga mereka bisa mengantisipasi masalah apa saja yang biasanya yang muncul," kata Menko Luhut.

Baca Juga: Pemerintah Gandeng Konsultan Jepang dan China buat Proyek Ibu Kota Baru

Luhut berharap, jika pengelolaan dana abadi untuk pembangunan ibu kota baru ini sukses bisa dilanjutkan menuju sektor lainnya. Misalnya untuk pembangunan infrastruktur ataupun untuk menarik investasi.

"Hal seperti ini tidak bisa berhasil jika kita tidak melakukan apa-apa. Kerja sama dengan UEA ini berhasil setelah puluhan atau ratusan kali bertelepon atau melalui pesan singkat dengan Menteri Suhail atau Putra Mahkota, atau berkali-kali saya datang langsung ke sini menemui mereka. Kita harus tekun dan kerja keras. Seperti yang sudah sering saya sampaikan sebagai pejabat kita tidak bisa hanya duduk saja menunggu orang datang. Kita yang harus menjemput bolanya," jelasnya.

 Jokowi

Setelah terbentuk, Luhut berharap agar skema kerjannya bisa menjemput bola. Karena lewat skema jemput bola ini, maka pembangunan ataupun investasi bisa lebih cepat.

Terbukti, lanjutnya, kerja sama ekonomi Indonesia-UEA dengan proyek senilai USD22,89 miliar dimana partisipasi pemerintah UEA sekitar 33% atau sekitar USD6,8 miliar hanya dalam waktu enam bulan saja.

"Komunikasi yang mudah juga tidak mudah terjadi, kita harus membangun trust dan harus tahu bagaimana memposisikan diri," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini