nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komentar Sri Mulyani dan Gubernur BI soal Rupiah Perkasa di Awal Tahun

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 14:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 15 278 2153199 komentar-sri-mulyani-dan-gubernur-bi-soal-rupiah-perkasa-di-awal-tahun-P4fEk8A5EY.jpg Rupiah Menguat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penguatan. Dari level Rp14.000 per USD di Desember 2019, kini Rupiah berhasil kokoh di level Rp13.600-an per USD hingga pertengahan Januari 2020.

Hingga perdagangan siang ini, Rupiah berada di level Rp13.691 per USD. Menurut Bank Indonesia, penguatan Rupiah mencerminkan tiga hal dalam ekonomi Indonesia. Salah satunya menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Penguatan Rupiah ini mencerminkan tiga hal yang mana fundamental ekonomi kita. Di mana perkiraan pertumbuhan ekonomi 5,1% stabilitas eksternal terjaga dari PDB, dan pembiayaan CAD lebih besar," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat 10 Januari 2020.

Baca Juga: Rupiah Rp13.600/USD, Sri Mulyani Masih Resah soal Defisit Transaksi Berjalan

Selain itu, penguatan Rupiah dikarenakan suplai dan demand yang cukup kuat dari aliaran modal asing yang masuk deras. "Ini pasokan valas sesuai, dari aliran modal asing lebih dari mencukupi. Permintaan valas dan importir yang membuat Rupiah menguat," katanya.

"Jadi kami pandang penguatan Rupiah ini konsisten dengan fundamental ekonomi saat ini," tambahnya.

Baca Juga: BI: Penguatan Rupiah Konsisten dengan Fundamental Ekonomi RI

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang masih terus menghantui meski Rupiah menguat.

"Jadi, semua faktor itu dinilai akan terus dipantau, agar melihat perkembangan dari pengelolaan APBN selama satu tahun ini. Terutama ke penerimaan negara," katanya.

Di sisi lain, penguatan nilai tukar Rupiah saat ini belum memengaruhi APBN terutama penerimaan migas. Tapi, Kemenkeu akan terus mencermati kondisi yang berkaitan dengan anggaran negara.

"Ya kan kita masih akan lihat satu tahun ini. Biasa dinamika nilai tukar kita akan terus menghitung berdasarkan perkembangan dari ekonomi dalam negeri dan global,” ujar Sri Mulyani di Dedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jakarta, Selasa 14 Januari 2020.

Dia menuturkan, penguatan nilai tukar Rupiah ini, Kemenkeu masih terus mencermati perkembangan geopolitik dan perekonomian global yang dapat mempengaruhi nilai kurs.

"Kami berharap perang dagang Amerika Serikat dan China Republik akan ada titik terang. Pasalnya hal itu akan berimbas pada arus modal masuk atau capital inflow di Tanah Air," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini